MUBES Pers Indonesia Satukan Persepsi Seluruh Insan Pers Indonesia

MUBES Pers Indonesia.

Bintangempat.com.-Jakarta-Musyawarah Besar Pers Indonesia yang digelar di Gedung Sasono Utomo TMII Jakarta pada Selasa (18/12) menjadikan bukti soliditas yang tinggi insan pers Tanah Air. Mubes Pers yang diprakarsai oleh Sekber Pers Indonesia yang diketuai oleh Wilson Lalengke, dihadiri oleh para awak pers di seluruh penjuru Tanah Air ini dibilang cukup sukses dan patut untuk dilanjutkan sebagai kegiatan rutin guna menjaga sinergitas dan soliditas Insan Pers Indonesia.

Selama ini masih banyak awak pers merasa belum mendapat perhatian dari Pemerintah, terutama dalam keadilan hukum dan seringnya terjadi kriminalisasi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Wilson Lalengke, sebagai Ketua Sekber Pers Independen Indonesia tanpa kenal lelah terus memperjuangkan hak-hak insan Pers di Tanah Air agar mendapatkan perlakuan yang layak dan perlindungan hukum sesuai UU Pers No. 40/99.

Guna mewujudkan tujuan dari perjuangan tersebut, Sekber Pers Independen Indonesia menggelar Musyawarah Besar Pers Indonesia yang dihadiri oleh lebih kurang 2000 wartawan dari 33 propinsi dengan tujuan agar segera dapat terbentuk Dewam Pers Independen yang dapat menyerap aspirasi insan pers dan melindungi insan pers dari ketimpangan hukum dan kriminalisasi.

Antusias peserta yang hadir dengan tidak berhitung jarak dan biaya yang dikeluarkan masing-masing peserta menunjukan rasa cinta yang besar insan Pers Tanah Air terhadap persatuan dan kesatuan wartawan sebagai satu nasib satu perjuangan.

Dalam Musyawarah besar tersebut menentukan point yang akan ditetapkan untuk masadepan Pers di Tanah Air, salah satunya point yang terdepan adalah mendirikan Dewan Pers Independen sebagai wadah yang menaungi Insan Pers Tanah Air yang khususnya selama ini masih dikatakan awak media abal-abal.

Mubes Pers adalah pertemuan organisasi di luar konstituen Dewan Pers walaupun dari pendaftar ada nama-nama yang berasal dari PWI.

Pertemuan ini juga bukan untuk membentuk Dewan Pers tandingan tetapi ingin mengontrol lebih cermat Pers dan UU Pers yang ada, yang dirasa masih belum dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Pertemuan ini juga suatu “rekor” di Tanah Air, dimana pertemuan ratusan media dan lebih kurang 2000 jurnalis dari seluruh Tanah Air berkumpul bersatu padu “satu misi, satu visi” memperjuangkan nasib insan Pers Tanah Air.

Marsono, salah satu admin Mubes Pers Indonesia memaparkan, “Pertemuan jurnalis dalam Mubes Pers Indonesia 2018 ini tidak dikatakan ilegal. Secara publikasi kan sudah open share, perizinan lengkap dan beberapa pejabat yang batal hadir pasti punya alasan tertentu. Kalaupun dikatakan ilegal maka tidak akan ada APH (Aparat Penegak Hukum) yang bertugas menjaga keamanan jalannya Mubes.”

Kendati dalam perjalanannya Mubes mengalami sedikit masalah saat Egy Sujana terkilir kata-kata dalam memberikan sambutan yang sempat hampir merusak jalannya Mubes. Namun inilah kenyataan yang ada bahwasannya “kedewasaan jurnalis sebagai Insan Pers” harus mumpuni dalam menyikapi segala hal dan kondisi.

Menanggapi insiden kecil tersebut, Sekber Pers Indonesia, Heintje mengatakan, “Bang Egy itu pengacara Sekber yang sudah pernah membela kami tanpa dibayar, jadi konteks beliau kami daulat berorasi tentang pers dan permasalahan hukum, saya katakan itu diluar dugaan. Kita sama sekali tidak ada urusan politik.”

Demikian pula dengan Bung Wilson Lalengke, menyikapi kegaduhan kecil yang sempat terjadi di acara Mubes Pers Indonesia di Gedung Sasono Utomo TMII selasa lalu (18/12), “kalian ini kan jurnalis yang sudah cukup cerdas dan dewasa, seharusnya bisa berperilaku yang teratur dan tertib, masa saya harus bilangin terus, kalian kan bukan anak kecil lagi, kalian ini jurnalis seharusnya paham betul bagaimana harus bersikap, kita sama-sama sedang berjuang, mari kita sama-sama mengatur dan membawa diri kita untuk tertib” ucap Bung Wilson di sela-sela keramaian Mubes Pers. (Pimred).

*sumber cakranewsmedia.net

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *