Diduga Dijebak, Pembacaan Tuntutan Kejaksaan Lamongan Ditunda

 

 

 

 

 

 

 

 

Firman Faldes Nadia SH, MH

Bintangempat.com, Lamongan – Sidang Terkait pemerasan yang diduga di lakukan oleh Anggota LSM dan rekan -rekan Media beberapa waktu lalu, sudah di sidangkan di Kejaksaan Lamongan, saat ini Agenda Pembacaan Tuntutan akhirnya di tunda, Rabu (09/01).

Kasus Dana Hibah program Pokmas yang diberikan kepada Ketua Kelompok Masyarakat dengan bermacam macam pengadaannya, seperti pengadaan sapi program pokmas kabupaten Lamongan yang diduga melibatkan oknum salah satu petugas partai politik di kota itu ternyata berujung ke rana penyuapan, mirisnya, oknum kelompok ternak malah menjebloskan anggota LSM yang telah berupaya membongkar kebusukan para pengurus penerima program pokmas, oknum tersebut berasal dari kelompok Ternak Samudra Jaya yang beralamatkan di Desa Drajat kecamatan Paciran kabupaten Lamongan.

Dalam pelaksanaan pokmas tersebut terdiri dari 5 anggota yang menerima bantuan. dugaan kuat adanya penyalahgunaan bantuan tersebut berawal dari penemuan salah satu anggota LSM yang mengetahui adanya program penggemukan sapi dengan anggaran sebesar Rp 200 juta dengan harapan 10 ekor sapi dapat di kelola oleh 5 anggota kelompok ternak tersebut, tetapi fakta yang di temukan oleh pihak LSM tidak sesuai dengan ketentuan program pokmas.

Menurut keterangan dari kuasa hukum tersangka, dalam hal ini mereka terindikasi telah mengalami kriminalisasi. secara jelas, Firman Faldes Nadia SH, MH memaparkan kronologi kejadian kepada awak media. Ksm (samaran) sebagai anggota LSM di undang pengurus kelompok ternak yang bernama Mtw (samaran) untuk bisa hadir ke rumahnya dalam rangka membicarakan terkait pencalegan dirinya (Mtw), yang berencana untuk pengkondisian suara dan profil sebagai caleg. namun setelah anggota LSM masuk ke dalam rumah Mutawi, tak lama kemudian datanglah pihak kepolisian menangkap mereka dengan tuduhan memeras. Didalam persidangan Firman membantah adanya upaya pemerasan yang dilakukan kliennya, sebab tidak ada permintaan dari tersangka akan maksud tersebut.

“Klien kami saat itu memenuhi panggilan dan undangan dari pihak Mtw (samaran) untuk membantu dalam proses pencalonanya di legislatif, tetapi sesampainya di rumah sang caleg malah di tangkap dengan dugaan OTT. padahal saat itu klien kami tidak menerima uang.” Ungkap Firman.

Progres sidang saat ini telah memasuki tahap pembacaan tuntutan. namun menurut kuasa hukum tersangka sidang hari ini di tunda. dalam kesempatan itu Jaksa penuntut umum (JPU) Andika Nugraha Triputra, SH, menjelaskan
“Hari ini sidang ditunda karena tuntutan belum siap tapi pada dasarnya kasus ini apa kata hakim saja, karena kita perlu pembuktian apakah hal ini masuk ke ranah pemerasan atau bukan, sebab berdasarkan saksi saat itu uang belum diterima oleh tersangka dan kondisi amplop masih di atas meja. begitupun juga kesaksian dari pihak kepolisian.” kata Andhika Nugraha Triputra, SH. (Gle)

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

2 tanggapan untuk “Diduga Dijebak, Pembacaan Tuntutan Kejaksaan Lamongan Ditunda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas