Edarkan Gas Elpiji Bersubsidi Ditangkap Polisi

Gas elpiji
Mobil Pick Up L300 yang mengangkut Gas Elpiji 3 Kg

Bintangempat.com, Aceh Utara – Satu kenderaan Pick Up jenis L300 nopol BL 8324 AK yang berisikan ratusan tabung gas Elpiji 3 Kg serta dua pengedar ditangkap petugas kepolisian resor Kabupaten Aceh Utara. Hal itu dilakukan karena pelaku diduga telah mengangkangi  UU RI nomor 22 tahun 2001. Tentang Migas.

Baca : Janda Tewas Tanpa Busana

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholiddiansyah, Jumat (25/01) mengatakan, mobil pengangkut gas elpiji 3 kilogram bersubsidi itu ditangkap di Desa Keude Leubok, Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara.

“Sebanyak 160 tabung Gas Elpiji 3 Kg ini kita amankan bersama mobil Pick Up nopol BL 8324 AK, pada Kamis (24/1) sekitar pukul 11.00 WIB, saat itu mobil yang berisikan tabung gas elpiji sedang melintas di kawasan Gampong Keude Leubok, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara,”Sebut Iptu Rezki Kholiddiansyah.

Baca : DPO Narkoba Ditangkap

Dijelaskan, dua pengedar LPJ ini turut diamankan mereka adalah seorang ayah bersama anaknya, berinisial IA (41) dan MR (18), warga Tanjong Minje Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur. Walau demikian keduanya untuk sementara tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor, pelaku mengaku 160 tabung berisi gas melon ini dibeli oleh IA di tiga pangkalan resmi

di daerah Madat Aceh Timur dengan harga Rp 18 ribu per tabung.

“Mereka berencana akan menjualnya ke wilayah Kecamatan Tanah Jambo Aye secara eceran dengan harga lebih tinggi, bisa Rp20 ribu per tabung bisa saja lebih, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya.

Baca : Polres Gresik Ringkus Pencuri

Kejadian ini awalnya saat MR disuruh ayahnya untuk mengedarkan gas melon itu ke wilayah Kecamatan Tanah Jambo Aye. Saat melintas mobil yang berisi gas LPJ 3 Kg ini dikemudikan MR, kemudian diberhentikan salah satu petugas. Saat dimintai dokumen yang sah MR tidak bisa menunjukkan, hingga mobil ini diberhentikan.Yang kemudian yang bersangkutan bersama barang bukti dibawa ke Mapolres Aceh Utara.

Baca : Begal Nyaris Dihakimi Massa

“Kita telah memanggil IA ayah MR untuk diperiksa sebagai saksi. Keduanya dipulangkan dan hanya dikenakan wajib lapor, sedangkan kasusnya tetap berjalan. Mereka terancam dengan Pasal 53 huruf (b) dan d UU RI No 22 tahun 2001 tentang Migas.”pungkas Kasat Reskrim.

Baca : Laporkan Korupsi, Karir Dijegal

Terkait hal tersebut Pangkalan resmi Gas Elpiji 3 Kg bersubsidi di daerah Madat Kabupaten Aceh Timur diduga telah mengangkangi peraturan SKK Migas melalui pertamina, peraturan Gubernur dan Perbup Aceh Timur, tentang sistem rayonisasi, pembatasan setiap daerah dalam pendistribusian gas elpiji 3 Kg bersubsidi buat masyarakat miskin

Padahal dalam izin tertulis diterangkan jatah suatu daerah tidak bisa digunakan untuk daerah lainya. Elpiji 3 Kg bersubsidi khusus diwilayah kecamatan masing-masing. Namun, mirisnya pelanggaran diduga justeru dilakukan dengan cara melakukan pendistribusian ke daerah lain di luar dari ketentuan. (Az/hR)

Tinggalkan Balasan