Novel Bamukmin Mengutuk Aksi Premanisme Oknum Loyalis YIM

Ali Wardi, Kader PBB terkapar
Ali Wardi, Kader PBB terkapar

BintangEmpat.com, Jakarta-Dugaan Aksi Premanisme atau pengroyokan yang dialami Ali Wardi, salah satu Kader PBB saat Rapat Pleno DPP PBB berlangsung di DPP PBB Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekira pukul 19.00 wib yang diduga dilakukan oleh Sinyo (sapaan) bodyguard-nya YIM.

Ali Wardi, terluka dipelipis
Ali Wardi, terluka dipelipis

Baca juga : Diduga YIM Terlibat

Menurut Ali wardi yang disampaikan kepada Novel Bamukmin dan disampaiakan kepada kami BintangEmpat.com, kronologi-nya,

“Kebetulan DPP PBB sedang rapat pleno penentuan PBB mau ke 01 atau ke 02.

Sorenya saya sengaja datang dengan kawan-kawan rombongan Pro Ijtima ulama (02) dengan  niat untuk memberi dukungan moral kepada peserta rapat yg pro Ijtima (MSK Cs).

Ali Wardi, terluka di dada
Ali Wardi, terluka di dada

Sore itu kami ramai berkumpul di kafe Hijau, kafe DPP diantaranya ada M. Yani, Ust Dedi Erpan, Ridwan Umar dan lain-lain.

 

Pas sholat magrib kami bubar dan keluar dari DPP, sementra Rapat Pleno ditunda. Saya (Ali) dengan beberapa orang kawan keluar area DPP dan begitu selesai magrib saya dan seorang kawan merapat lagi ke dalan DPP untuk menemui beberapa pengurus DPP.

 

Bermaksud menanyakan hasil rapat Pleno dan perkembangannya namun suasana di DPP sudah ramai orang-orang yang wajahnya tak biasa saya lihat. Seperti-nya pro 01.

Sinyo (kiri), poto dari Ali Wardi
Sinyo (kiri), poto dari Ali Wardi

Begitu melewati gerbang dan lorong ke halaman dalam DPP, saya dicegat (hadang) oleh seseorang yang tidak saya kenal dan menayakan nama, “kau Ali Wardi ya?” , katanya. Belum sempat saya jawab dia sudah memukul, saya tangkis dan menghindar.

 

Ketika dia hendak melanjutkan serangan, saya balik menyerang dengan pukulan namun beberapa orang disekitar bereaksi sama.

 

Menendang dan memukul, saya melawan dan 4 orang tersebut saya hadapi dengan menangkis dan memukul, mereka kewalahan namun dibelakang mereka sontak ikut mengerubungi dan melancarkan tendangan serta pukulan.

 

Ada yang memegangi saya sampai saya tak ingat lagi berapa orang yang memukuli.

 

Saya tetap melawan sampai terjatuh beberapa kali namun mereka tetap menyerang dan kemudian salah satu diantar mereka memiting (cekik) leher saya kemudian mendudukan di kursi disekitar situ.

 

Orang dengan badan tegap seperti binaraga ini kemudian mengtimidasi saya dengan kata kata, “kau ini… saya sudah memisahkan kenap saya yang dipukul !!?, bentaknya sambil melancarkan tinjunya.

 

Dalam keadaan setengah sadar demikian, saya masih menaggapi ucapannya namun dibelakangnya orang-orang masih dibiarkan melancarkan tendangan ke dada saya. Melihat gelagat ini, kalau saya tidak melawan maka sepertinya saya akan dihabisi oleh mereka.

 

Saya kemudian menghardik orang tersebut yang kebetulan adalah bodyguard Yusril (YMI) bernama panggilan Sinyo.

 

Saya berdiri dan mendorong Sinyo sekuat tenaga dan memukulnya namun pengeroyokan bertubi-tubi lagi.

 

Dalam keadaan seperti itu datang lagi seseorang yang mengaku polisi tapi  berpakaian preman menarik saya keluar dari keroyokan dan menggiring saya ke pos security didepan DPP.

 

Orang yang mengaku polisi ini kemudin menginterogasi saya dengan nada intimidasi, ” kau siapa, tinggal dimana dan sebagai-nya”.

 

Saya langsung bereaksi, anda ini polisi macam apa, saya yang dikereyok kok malah saya yang anda intimidasi !!.. “Kau ini polisi apa b*******, kau lebih baik pergi dari sini, tidak ada kepentinganmu disini, saya kader PBB dan saya sedang berada di rumah saya.

 

Mendengar kata-kata itu, dia langsung mundur dan saya berjalan ke arah luar, namun ternyata beberapa orang mengejar saya lagi dan terjadi lagi pengeroyokan yang dipimpin oleh Sinyo tadi.

 

Saya melawan lagi karena mereka sekitar 4 orang, namun karena kondisi tidak lagi stabil, saya jadi bulan-bulanan.

 

Saat itulah salah satu Staf Ketua DPP,  Bg Yunas yang saya kenal dekat langsung melerai, dia-pun ikut diintimidasi dan terkena pukulan  oleh para pengeroyok.

 

Akhirnya saya digiring seseorang menjauh dari DPP dan saya disuruh menjauh dengan menumpang ojek. Setelah itu saya dibawa teman-teman ke rumah sakit dan ke Polisi.

Pelakunya saya kenal beberapa orang, kader dan pengurus PBB, sisanya yang tidak kenal, menurut kawan-kawan juga adalah anggota PBB dari DPC PBB Jakarta Pusat dan tim sukses salah satu caleg di Jakpus”, menurut Ali Wardi kepada Novel Bamukmin.

 

Tindakan atau Aksi premanisme tersebut menuai kutuk dari Novel Bamukmin dan Kawan-kawan,

“Saya sebagai caleg PBB  yang pro ijtima ulama sangat mengutuk keras tindakan biadab yang dilakukan oleh loyalis YIM atas pengeroyokan kader PBB sendiri yaitu Ali Wardi saat berlangsung Rapat Pleno DPP PBB semalam (19 januari 2018), atas kejadian itu saudara Ali Wardi mengalami luka yang cukup serius atas pemukulan, bahkan diduga pengeroyokan, untuk itu kami dari caleg-caleg pro ijtima ulama akan memproses secara hukum yang berlaku dan akan meminta pertanggung jawaban YIM yang telah diduga melakukan aksi premanisme lewat begundal-begundalnya”, tulis Novel dalam chat WhatsApp yang kami terima. (Hadi Siswanto)

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Hak Cipta © 2020 BintangEmpat.Com. Diterbitkan Oleh: PT. Raja Pos Intermedia