Pukat Harimau Resahkan Nelayan Aceh

 

 

Pukat trawl  mini atau resahkan nelayan Tradisional  Seunuddon

 

 

BintangEmpat.com-Seunuddon,Aceh Utara,(2/1/2019)- Nelayan tradisional Seunuddon resah atas aktivitas kapal pukat harimau atau trawl yang kerap menangkap ikan hingga ke sekitar pesisir perairan daerah itu. Ini masalah lama sebetulnya, tapi belum juga bisa dituntaskan setuntas mungkin.

Pukat Trawl Resahkan Nelayan Tradisional Aceh

“Setiap hari ada puluhan  unit pukat trawl beroperasi secara leluasa di sekitar wilayah tangkapan nelayan tradisional,” kata Panglima Laot Amir Yusuf kepada awak media ini di Ulee Rubek, Rabu(2/1). Kalau disandingkan, kapal pukat harimau dan perahu nelayan tradisional ibarat gajah dan semut.

 

Sebagian besar kapal pukat harimau leluasa beroperasi di bawah 1 mil di perairan Seunuddon, tanpa ada upaya penertiban dari instansi pemerintah yang berwenang atau lembaga penegak hukum.

 

Pengoperasian pukat harimau di wilayah tangkapan nelayan tradisional tersebut bertentangan dengan peraturan pemerintah, karena alat tangkap yang digunakan pukat trawl itu hanya boleh dioperasikan pada kawasan perairan di atas 3  mil dari garis pantai.

 

Aktivitas pukat tersebut membuat populasi biota laut dan terumbu karang di sekitar perairan Seunuddon semakin merosot, sehingga turut berdampak terhadap hasil tangkapan nelayan tradisional di sekitar pesisir kecamatan Seunuddon itu.

 

Dia mensinyalir sejumlah kapal pukat trawl tersebut bisa leluasa beroperasi hingga di bawah tiga mil laut karena oknum pemiliknya diduga sengaja memanipulasi data spesifikasi alat tangkap mereka.

 

“Kapal pukat harimau leluasa melanggar batas wilayah penagkapan ikan yang ditetapkan pemerintah, karena petugas dari instansi pemerintah yang berkompeten diperkirakan kurang jeli mengawasi kondisi fisik kapal ikan tersebut,” ungkapnya.

 

Dia menambahkan bahwa nelayan tradisional di pesisir Kecamatan Seunuddon hingga kini tidak berdaya menghadapi keberadaan kapal pukat trawl mini yang sejak beberapa tahun terakhir semakin leluasa beroperasi pada posisi di bawah tiga mil hingga menjelang garis pantai.

 

“Nelayan tradisional sudah semakin sulit mendapatkan ikan di wilayah perairan tangkapan mereka sendiri,” ungkapnya.

(Muhammad).

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *