Demi Vivo V5, Palu Bicara

BintangEmpat.com, Gresik – Hanya ingin kuasai barang teman sendiri, pelaku utama berinsial FAP dan ketiga temannya N dan R sebagai penadah handpone dan IG sebagai penadah sepeda motor harus berurusan dengan hukum.

Baca juga : Cawapres Ma’ruf Amin Dilaporkan

Pelaku FAP melakukan perencanaan pembunuhan di sebuah rumah yang beralamat di Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik yang terjadi pada tanggal 10 Maret 2019, sekitar pukul 04.00 Wib.

Menurut keterangan Kapolres Gresik AKBP WAHYU S BINTORO SH S.I K. Pada hari sabtu pukul 21.00 malam, korban yang bernama Andre Putra Hari Yono (20), asal Kupang, Kerajan no 42 Surabaya.
Andre anak semata wayang dari Suli Handayani memiliki 2 rumah di Menganti dan di Surabaya. Pada saat itu korban menghubungi tersangka FAP untuk mengajak karoke, setelah dijemput di gang depan rumahnya, korban yang awalnya mengajak karoke disarankan tersangka untuk pergi ke club malam di diskotek Gedung Doro (Triple X). Setelah masuk diskotek, sekitar pukul 02.00 malam mereka pun pulang kerumah korban di desa Menganti. Kemudian pelaku dan korban mengobrol. Tersangka berinisiatif untuk mencarikan perempuan.
Setelah korban ketiduran, tersangka pun berniat jahat untuk mengambil handpone vivo V5 milik korban, saat pelaku melakukan aksi jahatnya, korban pun terbangun dan melakukan perlawanan. Korban pun sempat dijerat kabel cas dan meskipun korban melakukan perlawanan tetap tak berdaya ketika tersangka mengambil palu dan dipukulkan ke kepala bagian belakang korban sebanyak 5 kali, leher belakang sebanyak 10 kali kemudian pelaku memukul wajah korban menggunakan tangan kanan kiri sebanyak 8 kali.
Saat korban tergeletak dan tidak bisa berdiri lagi, tersangka pun kabur mengambil handpone dan sepeda motor korban kearah Kenjeran kerumah IG dan menjual sepeda motor Vario warna hitam milik korban ke IG. Setelah menjual motor, pelaku menuju kerumah N dan menjual handphone Vivo V5 ke R.

Baca juga : Unik, Cale Mengharamkan Pendukung Mencoblos Diri-nya

Dari ke tiga pelaku N, R dan IG sebagai penadah dikenai pasal 480, sedang untuk FAP, pelaku pembunuhan dikenai pasal 365 dengan hukuman maksimal 15 Tahun penjara.
Dari ungkapan tersebut unit satreskim Black Panther Gresik dibantu Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Tim Jatanras Polda Jatim menangkap pelaku utama Fap dan ke tiga pelaku penadah. (ryL/ tara)

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas