Jual Beli Jabatan Kemenag RI Didemo

 

Usut Tuntas Skandal Jual Beli Jabatan Di Kemenag RI

BintangEmpat.Com, Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia hari ini tanggal 24 April 2019, didemo oleh Lembaga Advokasi Pemuda Anti Korupsi (LAPAK). Sekitar 50  pendemo dengan Koordinator aksi tersebut dipimpin Dedi Siregar.

Dugaan Pungutan Liar Di Samsat Jember

Dedi menduga ada Indikasi jual beli jabatan di lingkungan Kemenag sudah sangat parah. Kami berkeyakinan KPK dapat mengungkap indikasi jual beli jabatan untuk pemilihan rektor hingga Kepala Kantor Kilayah (Kanwil) di Kemenag.

M Jasin mantan Irjen kementrian Agama menjelaskan dirinya sendiri mendengar mulai ada sejumlah oknum nakal yang mendapatkan hukuman disiplin. Selanjutnya, ada kesepakatan antara Irjen dan Sekjen Kementerian Agama bahwa oknum-oknum yang mendapatkan hukuman disiplin tidak bisa dipromosikan atau diangkat jabatannya.

Dedi menambahkan, ” Tetapi kenyataannya ada pengangkatan pejabat yang mendapatkan hukuman disiplin berat yaitu Drs Badrun Mpd, beliau diangkat menjadi kepala biro administrasi UIN Mataram, padahal yang bersangkutan terkena kasus disiplin berat dengan di turunkan pangkatnya satu tingkat, atas perbuatannya melakukan pungutan dana nikah masal dan pemotongan uang honor pegawai. Ini ada apa ? Kami curiga ini ada permainan sehingga Drs Badrun Mpd dapat di angkat menjadi kepala biro administrasi UIN Mataram “.

Dugaan Pungli Di Samsat Madiun Kab Dan Madiun Kota

Lanjut Dedi , “Bahwa perbuatan yang bersangkutan merupakan pelanggaran terhadap ketentuan pasal 4, angka 1,angka 6, peraturan pemerintah nomor 53 tahun 2010, yang di putuskan berupa keputusan sidang dewan pertimbangan kepegawaian Kementrian Agama, pada tanggal 16 Desember 2011, berupa rekomendasi penjatuhan hukuman disiplin penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 (tiga) tahun karena melanggar ketentuan tersebut “.

“Selain itu jual beli jabatan di lingkungan kemenag yang kini ramai dibicarakan, diduga tak hanya terjadi di lingkungan Kanwil Kemenag Jatim. Perbuatan haram itu juga diduga terjadi di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar. Tidak hanya promosi jabatan Kepala Kemenag Kota maupun Kabupaten, juga hingga pengangkatan kepala seksi (kasi). Bahkan pengukuhan kepala KUA tak luput dari setoran, ” tegas Dedi.

“Sikap tidak profesional dan proporsional juga dilakukan pihak Kanwil Jabar dalam hal mutasi dan rotasi. Di Cianjur, Sumedang dan Pangandaran ada pengangkatan kepala Kemenag dengan pejabat yang bermasalah. Tidak hanya soal administrasi tapi juga disiplin,” terangnya.

” Atas dasar itulah maka kami yang tergabung dalam Lembaga Advokasi Pemuda Anti Korupsi  ( LAPAK ) akan melaksanakan aksi demontrasi di kantor Kementrian Agama RI “.

Dedi menuntut, ” Atas dasar itu maka kami menyatakan sikap :

  1. Menuntut KPK agar segera menetapkan M. Nur Kholis Setiawan (Sekjen Kemenag) sebagai tersangka atas kasus jual beli jabatan, dikarenakan beliau menjadi aktor utama di kementrian Agama.

  2. Menuntut KPK untuk memeriksa Drs Badrun Mpd, terkait dengan suap untuk menjadi pejabat Kepala Biro Administrasi UIN Mataram, yang mana yang bersangkutan terkena hukuman disiplin berat, yang telah di tetapkan oleh Kementrian Agama.

  3. Mendukung KPK melakukan penuntasan kasus jual beli jabatan di Kemenag.

Demikianlah pernyataan sikap ini kami sampaikan atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih, ” pungkas Dedi. *Azmi

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Komentar ditutup.