Kecurangan Situng KPU Ditindaklanjuti Bawaslu

 

 

Bintangempat.com, Jakrta – Akhirnya Badan Pengawas Pemilihan Umum ( Bawaslu ) RI menindaklanjuti laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengenai dugaan kecurangan dalam Situng KPU.

Baca juga: Pungutan Liar Di Samsat Jember

Sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan. Sidang pendahuluan digelar di ruang Sidang Bawaslu RI, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019). Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan dan didampingi anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar serta Ratna Dewi Petalolo.

Hadir pula kedua pihak yang mewakili BPN Prabowo-Sandi sebagai pelapor dan KPU RI sebagai terlapor.

Baca juga: Pungli Di Samsat Ponorogo Dan Madiun

Dalam persidangan, ketua majelis sidang Abhan memutuskan menerima laporan yang diajukan oleh BPN Prabowo-Sandi.

“Menetapkan, satu menyatakan laporan yang disampaikan pelapor dapat diterima, dua menyatakan laporan dugaan pelanggaran administratif pemilu dilanjutkan dan dengan sidang pemeriksaan,” ujarnya.

Baca juga: Ketua KPPS Lampung Utara Ditembak

Tindak lanjut ini berdasarkan laporan atas Direktorat Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad yang telah melaporkan KPU ke Bawaslu. BPN menduga adanya kecurangan dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).

” Pada hari ini, BPN Prabowo-Sandi melaporkan ke Bawaslu tentang Situng KPU, di mana sudah kami nilai bahwa Situng KPU ini sudah meresahkan. Situng KPU ini bisa membuat kepercayaan masyarakat kepada demokrasi kepada pemilu itu menjadi berkurang,” ujar Sufmi di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (2/5)

 

” Berdasarkan hasil sementara Situng KPU, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul dari Prabowo-Sandi dengan selisih suara sekitar 11 juta. Kami nilai bahwa Situng KPU ini sudah meresahkan dan Situng KPU ini bisa membuat kepercayaan masyarakat kepada demokrasi, kepada Pemilu itu menjadi berkurang,” jelasnya

Menurutnya, adanya sejumlah kesalahan dalam input data. Hal itu, kata dia, membuat suara pasangan 02 stagnan.”Hal ini disebabkan karena terjadi banyak human error pada Situng KPU dan dalam perhitungan-perhitungan yang terkadang membuat suara 02 itu tidak bergerak naik atau malah bahkan berkurang. Sehingga Situng KPU dengan kemudian perhitungan yang terjadi di lapangan sangat berbeda,” lanjutnya. BPN meminta Bawaslu agar menghentikan Situng KPU karena tak bisa membuat suasana kondusif di tengah masyarakat. Selain itu, BPN juga minta agar dilakukan penghitungan manual.”Dan kemudian kami menuntut diadakan perhitungan saja secara manual dan kami minta supaya Bawaslu menyatakan terjadinya pelanggaran administratif yang dilakukan KPU,” ujarnya.”Menghadapi Ramadan kali ini kami minta kebijakan yang dikeluarkan oleh Bawaslu untuk segera menghentikan situng KPU tersebut supaya Pemilu ini bisa dipercaya atau hasilnya bisa dipercaya oleh rakyat Indonesia,” lanjutnya.Dalam laporannya, Dasco membawa sejumlah bukti dokumen kesalahan penghitungan di 34 provinsi, termasuk sejumlah bukti yang diambil dari media sosial seperti berbagai unggahan hoaks yang merugikan kubu 02.”Ada banyak bukti-buktinya. Ada bukti-bukti yang kita ambil dari Situng KPU dan fakta-fakta lapangan yang kita dapat, yang kita punya,” pungkasnya.

 

*Siwa.

*dari berbagai sumber.

 

#kpujangancurang

#kputransparan

#bawaslu

#kpu

#situngkpu

 

 

 

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

4 tanggapan untuk “Kecurangan Situng KPU Ditindaklanjuti Bawaslu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *