Lumajang Darurat HIV/AIDS

 

 

Lumajang Darurat HIV/AIDS, Pemerintah Diminta Bersikap Tegas

BintangEmpat.Com, Jawa Timur –
Keresahan masyarakat kabupaten Lumajang terkait informasi yang terus berhembus yang menyebutkan bahwa kabupaten Lumajang saat ini mengalami kondisi darurat HIV/AIDS.

Meskipun secara tidak langsung Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius, mengatakan Kabupaten Lumajang termasuk Kabupaten yang darurat HIV/AIDS, namun dalam klarifikasi melalui pesan Whatsapp (WA) , Minggu (19/5/2019), pihaknya mengakui ada peningkatan sebesar 33% dan hal tersebut masih menurutnya sesuai dengan hasil survey disejumlah tempat lokalisasi yang ada di Kecamatan Sumbersuko, Bebekan Desa Kabuaran Kecamatan Kunir, dan Asem Telu Desa Jarit Kecamatan Candipuro.

Penyebaran Virus HIV Di Lumajang Meningkat

Untuk mengantisipasi peningkatan penyebaran Virus HIV tersebut, melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lumajang, Askap mengatakan dalam pesan WA, Selasa (21/5/2019), dengan perbaikan sistem pelaporan kasus surveilen HIV/AIDS, memperluas layanan testing dan pengobatan ARV bagi ODHA PKM Tempeh, PKM Klakah, RS Pasirian (menunggu pembangunan sistem logistik ARV di PKM Klakah dan RS Pasirian dari kementrian kesehatan), Melakukan sosialisasi prinsip testing HIV pada petugas kesehatan hingga pada level klinik swasta/ bidan praktik swasta, dan pembinaan kelompok sebaya ODHA.

Sementara itu menurut pengakuan salah seorang wanita pengidap HIV Positif yang tinggal di sekitaran kota Lumajang, sebut saja Jingga (35), pihaknya mengetahui bahwa dirinya terjangkit virus yang mematikan itu setelah melakukan tes darah HIV sesuai saran salah seorang dokter, diakui pula bahwa virus yang diidapnya bermula dari hubungan bebas secara sexual dengan pacarnya yang saat ini sudah meninggal dunia.

Mayat Wanita Tanpa Busana Gegerkan Lumajang

“Saya tertular oleh pacar saya, dan dia sudah meninggal beberapa minggu lalu”,Ujarnya.

Awalnya Jingga sempat shok setelah mengetahui hasil tes darahnya menyatakan positif HIV, namun berjalannya waktu perubahan pada fisiknya juga mulai terlihat, kulitnya mulai menghitam dan rambutnya juga mulai rontok, namun Jingga tetap berbesar hati karena semua sudah terjadi.

“Semua sudah terlanjur, mau diapakan lagi”,Terangnya.

Jingga yang saat ini menjalin hubungan spesial dengan lelaki yang berstatus istri orang seakan cuek dengan keadaannya sekarang, nampaknya ada sedikit dendam dalam hatinya untuk menularkan virusnya kepada orang lain.

“Bukan itu saja pacar saya mas, masih ada yang lainnya”,Jawabnya enteng.

Disinggung apakah tidak merasa kasihan terhadap keluarga (Istri dan anak) para pria yang sengaja dikencaninya, Jingga mengakatan sempat merasakan kasihan, namun dirinya seakan enggan merasakan sakit nya sendirian.

“Kalau dipikir pikir kadang saya merasa kasihan dengan keluarga pacar pacar saya, tapi saya adalah korban pacar saya yang dulu yang sengaja menyebarkan virus HIV kedalam tubuh saya”,Jlentrehnya sembari berlinang air mata, seakan mengingat kejadian yang dialaminya.

Jika kita berkaca dalam kasusnya Jingga, seharusnya Pemerintah Kabupaten Lumajang, lebih tegas dalam mengambil sikap, semisal melakukan karantina dan rehabilitasi terhadap para pengidap HIV/AIDS, selain itu juga tempat-tempat kesehatan harus mewajibkan melakukan tes darah HIV terhadap seluruh pasien yang melakukan pengobatan, hal tersebut ditegaskan oleh Tokoh pemuda Masyarakat Lumajang, Iqbal Zamzami, SH.,

“Dalam kondisi ini, Pemkab Lumajang melalui dinas terkait harus lebih tegas, jangan biarkan para pengidap HIV/AIDs bebas berinteraksi dengan masyarakat luas, meskipun penularannya melalui hubungan sexual, melalui lendir dan darah, namun kita harus tetap antisipasi untuk kemungkinan-kemungkinan lain dari penyebaran virus yang mematikan ini”,Pungkasnya. (bas).

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

2 tanggapan untuk “Lumajang Darurat HIV/AIDS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas