Pekerja Proyek PT Bangun Kontruksi Persada Tewas Tertimpa Box Cluvert

Video 30 Karyawan Tewas Terpanggang

BintangEmpat.com, Jawa Timur – Akibat lalai K3 (Kesehatan keselamatan kerja) dan lemahnya pengawasan PPK (Penjabat Pembuat Komitmen) serta Satker (satuan kerja) Pemkot Surabaya, kali ini karyawan PT. Bangun Kontruksi Persada rekanan Pemerintah Kota Surabaya, tewas di lokasi kerja.

Seorang pekerja proyek saluran bernama Matsari (40), pria asal Sumbermanjing Wetan, Malang, tewas di lokasi karena tertimpa runtuhan box cluvert yang terjadi disekitar jalan Taman Bungkul Surabaya, Sabtu (25/5) pukul 19.15 wib.

Ketika awak media mengkonfirmasi pelaksana proyek dari PT. Bangun Kontruksi Persada yang bernama EDY via WhatsApp mengatakan, ” Terkait itu semua sudah selesai mas dan itu murni kecelakaan kerja dan tidak ada yang jadi tersangka. Oh ya, apa yang di beritakan oleh media SS (Suara Surabaya) itu tidak benar dan Polrestabes Surabaya sudah beres atau selesai. Kalau mas tidak percaya, mas bisa konfirmasi pak Kanit atau pak kasat,” ucap Edy.

BACA JUGA:

Polda Jatim Kembali Amankan 3 Dari 18 DPO Pembakar Mapolsek

2 Debt Collector Diringkus Polrestabes Surabaya

Sedang dari pihak PPK
(Penjabat Pembuat Komitmen) Pemkot Surabaya yang bernama Ganjar, ikut bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan proyek pelestarian tersebut.

Saat di hubungi via sms Ganjar mengatakan, ” Mohon maaf mas, kejadiannya masih dalam pemeriksaan yang berwajib, nanti takut rancu kalau saya berikan penjelasan, mungkin lebih baik ditunggu sampai selesai, maturnuwun,” tulis Ganjar.

Ditemui secara terpisah, pada tanggal 20 Juni 2019, AKP Giayadi Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya mengatakan, ” Terkait meninggalnya pekerja proyek yang ada ditaman bungkul itu masih berlanjut mas dan masih dalam penyelidikan dan kami juga masih uji forensik jika diperlukan. Kami juga akan hadirkan tim ahli mas, ” terang Giayadi.

Sedangkan Kasat Reskrim polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran yang dikonfirmasi sehari kemudian, tepatnya pada tanggal 21 Juni di aula masjid mengatakan, ” Tetap lanjut mas dan masih dalam proses, ” ucapnya sambil berlalu dari kejaran wartawan.

Dari keterangan atau informasi tersebut,  Pelaksana Proyek PT. Bangun Konstruksi Persada terkesan mengelabui wartawan dan diduga memberikan keterangan palsu.

Namun berbeda dengan info dari PPK Surabaya yang berhati-hati dalam memberikan keterangan terkait permasalahan tersebut. Bersambung…

(ryL)

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Komentar ditutup.