Prediksi Habib Rizieq Bakal Calon Presiden 2024

 

Foto: Hadi Siswanto (Siwa), Pimpinan Redaksi BintangEmpat.Com.

Ditulis Oleh: Hadi S (Siwa).

BintangEmpat.Com, Surabaya – Pemilihan Presiden 2019 telah selesai, Jokowidodo-Maruf Amin terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 atas rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Tahun 2024 masih jauh namun isu yang berkembang di masyarakat tentang bakal calon presiden sudah dihembuskan, kami mencoba membuat prediksi sementara siapa saja nama-nama yang hangat dibicarakan.

Tanggapan Babe Pertemuan Jokowi-Prabowo

Berikut 12 Politisi maupun Negarawan yang diprediksi BintangEmpat.Com akan bakal mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia pada tahun 2024:

1. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

2. Sandiaga Salahuddin Uno.

3. Ridwan Kamil.

4. Tri Rismaharini.

5. Khofifah Indar Parawansa.

6. Anies Baswedan.

7. Ganjar Pranowo.

8. Mahfud MD.

9. Tuan Guru Bajang.

10. Gatot Nurmantyo.

11. Habib Rizieq Syihab.

12. ?.

Ini jejak digital mereka yang kami ulas secara singkat dan padat:

1. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah digadang-gadang menjadi kekuatan yang akan bersaing dengan Jokowi-Prabowo pada Pilpres 2019. Terlebih, ketika AHY memilih pensiun dini dari dunia militer dan lebih fokus meneruskan kekuasaan dinasti Cikeas dalam dunia politik.

Bagi AHY, tersungkur pada Pilgub DKI Jakarta 2017 bukanlah akhir dari perjuangan. Dengan usia yang relatif muda, ia dikenal pandai berdiplomasi. Terlebih telah memiliki Partai Demokrat sebagai kendaraan politik yang akan menghantarkannya sebagai figur capres pada tahun 2024.

2. Sandiaga Salahuddin Uno

Nama Sandiaga Uno mulai mencuat dikenal publik kala mencalonkan diri sebagai wakil Gubernur DKI mendampingi Anies Baswedan. Di luar prediksi, pasangan itu mampu mementahkan prediksi pengamat politik dan berbagai lembagai survei yang meramalkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (BTP)-Djarot Saiful Hidayat melenggang mudah menjadi DKI 1.

Sandi sering menggaungkan program andalannya, One Kecamatan One Center of Enterpreneurship (OK OCE) untuk membuai masyarakat sesegera mungkin melahirkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), demi membuka lapangan kerja seluas-luasnya yang akan dinikmati juga oleh orang banyak.

Saat ini, pria kelahiran Riau itu maju sebagai calon wakil presiden mendamping calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto walaupun tersungkur. Dengan usia yang tergolong muda, bukan tidak mungkin apabila Sandi memilih bermanuver pada Pilpres 2024 mendatang.

3. Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) juga memiliki kans besar untuk maju menjadi capres Indonesia tahun 2024. Kang Emil, sapaan akrabnya, popularitasnya mulai melejit di masyarakat semenjak ia menjabat sebagai Walikota Bandung, yang memberikan banyak perubahan di sana.

RK dikenal sebagai pejabat non partai yang tampaknya melirik kursi calon presiden. Untuk memenangi Pilgub Jabar 2018, kala itu RK diusung oleh Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Kontrak RK sebagai Gubernur Jawa Barat akan habis pada tahun 2023, tepat satu tahun menjelang pilpres 2024.

4. Tri Rismaharini

Nama Tri Rismaharini masuk dalam bursa cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo berdasarkan survei Litbang Kompas. Risma, panggilan akrab Wali Kota Surabaya ini, mengaku menolak. Bagi dia, jabatan merupakan tanggung jawab besar.

Tak hanya itu, kader PDIP ini bahkan sempat dikaitkan dengan beberapa pilkada, diantaranya Pilgub DKI dan Pilgub Jatim, namun ia enggan meninggalkan jabatannya sebelum masa baktinya habis.

Risma menegaskan amanah merupakan rahasia Tuhan dan tidak bisa dihindari. “Jadi nanti Tuhan yang atur, amanahku opo aku tidak tahu. Yang jelas harus nolak karena berat, karena itu berat tanggung jawabe,” katanya.

5. Khofifah Indar Parawansa

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj memberikan sambutan dalam acara Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019 di Kota Banjar. Dalam pembukaan pidatonya, Aqil kembali menyapa Khofifah Indar Parawansa.

“Rekan-rekan badan otonom, Muslimat, ketua umumnya yang terhormat, Ibu Indar Parawansa, yang sekarang, Ibu Khofifah Indar Parawansa, yang sekarang menjabat Gubernur Jawa Timur, insyaallah capres ’24-’34,” ujar Said Aqil di Ponpes Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu 27 Februari 2019.

Sejak 13 Februari 2019, Khofifah menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Selain itu, ia juga pernah menduduki kursi Menteri Sosial Indonesia ke-27 yang menjabat sejak tanggal 27 Oktober 2014 hingga 17 Januari 2018.

6. Anies Baswedan

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai Anies Baswedan belum cukup pengalaman jika harus maju sebagai calon presiden 2019. Namun, menurutnya Anies baru layak maju sebagai calon presiden di pemilihan presiden berikutnya.

“Saya bilang ke yang muda-muda, Masa Anda adalah 2024,” kata Kalla pada media di kantor Wakil Presiden di Jakarta, 2 Juli 2018.

Kalla ingin Anies menuntaskan masa jabatannya hingga tuntas sebagai Gubernur DKI Jakarta. Menurut dia, jika Anies sukses memimpin Jakarta, maka prestasi itu akan menjadi modal besar untuk maju sebagai calon presiden tahun 2024 mendatang.

7. Ganjar Pranowo

Pilpres 2019 menjadi kesempatan Jokowi untuk memperkenalkan capres yang layak ia telurkan untuk menjadi capres selanjutnya pada pilpres 2024 mendatang. Spekulasinya, terdapat nama Ganjar Pranowo untuk duduk sebagai RI 1.

Kader PDIP ini sekarang menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah yang menjabat selama 2 periode. Pertama kali ia diangkat menjadi orang nomor 1 Jateng sejak 23 Agustus 2013 hingga 23 Agustus 2018. Dengan kemenangan kedua ini, ia digadang-gadang siap tempur menjadi RI 1 pada tahun 2024.

8. Mahfud MD

Mahfud pada Pilpres 2019 sempat dispekulasikan menjadi calon wakil presidennya Joko Widodo. Namun, prediksi pengamat dan berbagai lembagai survei menjadi mentah saat Jokowi lebih memilih KH Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya.

Mahfud MD dapat dikategorikan sebagai mantan birokrat yang sudah kenyang jabatan mengabdi di tubuh pemerintahan. Tercatat, ia pernah bertugas di lembaga legislatif, yudikatif dan eksekutif negara.

Sebagai eksekutif, ia dipilih menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada periode 2000-2001. Saat itu, Mahfud juga merangkap sebagai Menteri Kehakiman dan HAM di masa jabatan Abdurrahman Wahid.

Dalam kursi legislatif, Mahfud terpilih sebagai anggota legislatif dari PKB untuk periode periode 2004-2009. Di penghujung masa jabatan, pada 2008, Mahfud mengikuti uji kelayakan calon hakim konstitusi (yudikatif). Ia lolos seleksi dan terpilih sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk periode 2008-2013.

Nama Mahfud MD layak diperhitungkan untuk Pilpres 2024, karena ia memiliki reputasi yang baik sebagai mantan birokrat negara.

9. Tuan Guru Bajang

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai, dukungan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) terhadap kepemimpinan dua periode Presiden Jokowi bukanlah sikap mendadak.

Menurut Ray, TGB juga berupaya membuka peluang untuk ikut pada Pilpres 2024 mendatang nanti setelah menyatakan akan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Lebih lanjut menurutnya, masyarakat juga mulai mempertimbangkan TGB bisa maju sebagai calon presiden atau wakil presiden pada pilpres 2024.

“Mengapa 2024? Sebab merebut posisi capres atau cawapres saat ini jelas jauh melompat. Butuh satu tangga lagi. Yakni tangga kabinet untuk dapat jadi figur nasional,” jelasnya.

10. Gatot Nurmantyo

Nama Gatot Nurmantyo memang masuk di bursa Pilpres 2019. Sayang, saat itu, jenderal bintang empat ini belum memiliki tanda-tanda mendapat dukungan dari parpol untuk melawan capres petahana.

Kesulitan utama bagi Gatot adalah sama sekali belum berkecimpung di dunia politik praktis. Walau demikian, Gatot, telah pensiun sejak Maret 2018 dan memberikan sinyal siap maju di Pilpres 2024.

Gatot dinilai memiliki elektabilitas yang bagus terutama dikalangan umat Islam, yang banyak mendorongnya untuk nyapres pada tahun 2024 mendatang.

11. Habib Rizieq Syihab

Sepak terjang Habib Rizieq Syihab (HRS) salah satu tokoh agama yang fenomenal. Ketokohan Habib Rizieq telah teruji dengan kepemimpinannya di FPI. Berdiri sejak 17 Agustus 1998, FPI terus eksis dan berkembang hingga sekarang.

Eksistensi yang tidak dilalui dengan cara mudah. Benturan dan dukungan datang silih berganti. Dalam sejarahnya, FPI tidak pernah mundur dalam berkonfrontasi dengan pihak-pihak lain yang dinilai berseberangan.

FPI bertahan hingga usia 21 tahun. Bukan sebatas bertahan, cabang-cabang FPI kian menjamur diseluruh pelosok negeri. Kader-kader baru terus tumbuh bermunculan. FPI juga rajin mengelola pengajian, mengisi ceramah-ceramah, dan merawat jemaah.

Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 adalah 2 momentum besar terkait peran FPI dibidang politik.

Massa yang digerakkan FPI memberi andil besar atas kemenangan pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno. Walau kalah di Pilpres 2019, FPI juga berada di barisan depan dalam pengumpulan massa pendukung Prabowo Subianto.

Perihal popularitas Habib Rizieq, ya jangan ditanya lagi. Sangat mungkin, hampir semua orang yang melek politik, mereka mengenal Habib Rizieq. Apalagi telah belasan tahun nangkring di judul-judul media massa. Populer dengan kontroversialnya.

Adapun HRS, dalam beberapa tahun terakhir, dia sudah memposisikan sebagai simbol perlawanan atas rezim Jokowi. Kepergiannya ke Arab Saudi bulan April 2017, oleh pendukungnya, dinilai akibat diperlakukan tidak adil oleh rezim Jokowi.

Dan walau berada diluar negeri, pengaruh Habib Rizieq tetap besar di tanah air. Seruan-seruannya mujarab. Semisal seruan agar ulama Islam menggelar itjima, seruan agar umat muslim mendukung Prabowo Subianto, juga ketika dia menyerukan perlawanan atas dugaan kecurangan Pilpres 2019.

Tantangannya adalah resistensi masyarakat terhadap Habib Rizieq juga sangat besar. Apalagi, Habib Rizieq pergi keluar negeri dengan membawa serta masalah hukum, yakni dugaan konten pornografi dan dugaan penghinaan Pancasila. Juga masih perlu dipertanyakan, kepastian Habib Rizieq memenuhi persyaratan menjadi Calon Presiden 2024.

12. ?

Politik memang unik dan Dinamis, dia bergerak dan berubah-ubah sesuai situasi dan kondisi, bisa siapa saja yang bakal menjadi Capres 2024, walaupun kontestasi politik masih jauh namun isu menjadi hangat jadi perbincangan di khalayak Nasional.

*Redaksi.

*Diambil dari berbagai narasumber.

 

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Lewat ke baris perkakas