Kedua Siswi SDN Jogoyudan 01 Kembali Masuk Sekolah Setelah Diusir Guru

 

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – 
Menindak lanjuti pemberitaan tentang SDN Jogoyudan 01 Lumajang yang sempat memulangkan 2 siswi klas 5 saat jam pelajaran sekolah, karena wali muridnya belum mengambil raport dan membayar Iuaran Paguyuban sebesar Rp 15 ribu per bulan, dan hal tersebut dilakukan oleh Guru Klas 4 Dra.Ida Khusnul Laili, bahkan saat kedua siswi tersebut disuruh pulang untuk memanggil orang tuanya, salah satu dari siswi tersebut sempat menangis, yang kata Ida Khusnul sebelumnya, yang sempat dikonfirmasi diruang kerja Kepala Sekolah SDN Jogoyudan 01, Jumat (19/7/2019), mengatakan tidak tahu menahu dengan menangisnya siswi tersebut karena pihaknya tidak merasa membentak atau memarahinya.

Berita Terkait: Tidak Bayar Pungli Paguyuban Dua Siswi SD Tidak Dinaikan Kelas

Namun menurut Ana Rahmawati (39) wali murid yang putrinya sempat tidak mau sekolah selama 3 hari setelah disuruh pulang untuk memanggil orang tuanya oleh guru kelas empat, Senin (22/7/2019), menceritakan bahwa anaknya tidak balik kesekolah karena putrinya mengatakan kalau dirinya tidak naik kelas (disuruh menetap dikelas empat) , yang sebelumnya ia sudah duduk di kelas Lima.

“Anak saya sempat protes ke saya katanya kenapa adik tidak disuruh tinggal dikelas empat, adik kan naik kelas”,Ucap Ana menirukan ucapan putrinya.

Saat Ana yang setiap harinya membuka kedai kopi dirumahnya, mempertanyakan kepada putrinya, siapa yang mengatakan kalau putrinya tidak naik kelas.

BACA: Viral Hamza Hacker Asal Aljazair Tewas Ditiang Gantungan

“Kata Bu Ida selama belum bayar Iuran Paguyuban dan mengambil raport, adik harus tetap tinggal di kelas empat”,Lanjut Ana, yang menirukan ucapan putrinya sembari menahan tangis karena merasakan perasaan sedih putrinya.

Namun setelah ramai dalam pemberitaan dimedia, Sabtu (20/7/2019), Satpam SDN Jogoyudan 01 Lumajang Agustono datang untuk mengantarkan raport kerumah Ana, yang kemudian pada hari Senin (22/7/2019), Putrinya mau sekolah karena mengetahui dari raport kalau dirinya naik kelas lima.

“Tadi mau sekolah Senin (22/7), karena sudah tahu dari raportnya yang diantar Satpam sekolah sabtu kemarin, kalau dirinya naik kelas lima, namun anak saya sempat bertanya sebelum berangkat sekolah, kalau nanti saat sekolah dimusuhi oleh para guru, lalu bagaimana, begitu anak saya bertanya mas”,Papar Ana.

BACA: Irjen (Purn) Sofyan Jacob Tersangka Kasus Dugaan Makar

Tentu saja ucapan Ana langsung dijawab oleh Dummy Hidayat. SH., Divisi Hukum Laskar Nusantara Forkom Lintas Lembaga LSM dan Ormas kabupaten Lumajang, yang kebetulan juga sedang berada di kedai kopi Ana bersama Diki Agung Setyobudi, SE., Ketua Laskar Nusantara Forkom Lintas Lembaga LSM dan Ormas Kabupaten Lumajang, Dummy menegaskan bahwa pihaknya bersama seluruh kelembagaan hukum yang menaunginya sudah memberikan bantuan hukum secara gratis jika nantinya ada penekanan secara psikologis kepada anak-anak generasi bangsa yang diperlakukan tidak adil oleh lembaga pendidikan hanya karena keberanian pihak keluarga membuka kebenaran.

“Kami sudah menyiapkan bantuan hukum gratis untuk membantunya”,Terang Dummy.

Agustono Satpam SDN Jogoyudan 01 Lumajang, yang sempat ditemui disekolahnya membenarkan bahwa dirinya mengantar Guru Klas IV kerumah kedua siswi yang sebelumnya sempat tidak masuk sekolah karena belum mengambil raport dan belum membayar uang paguyuban.

“Hari Jumat saya mengantar Guru kerumah kedua siswi tersebut untuk mengundang orang tuanya hadir disekolah, namun yang datang ayah dari salah satu siswi, yang satunya tidak datang”,Kata Agustono.

Kemudian Agustono keesokan harinya, Sabtu (20/7/2019), datang lagi kerumah salah satu siswi tersebut untuk mengantarkan raport.

“Sudah tidak ada masalah, itu buktinya anaknya sudah masuk sekolah”,Terang Agustono

Untuk menyikapi Selebaran klarifikasi kepada media yang sempat tersebar melalui medsos terkait pemberitaan sebelumnya, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi apakah surat klarifikasi tersebut asli atau hanya dibuat oleh oknum untuk pembenaran sepihak saja.

BACA:  “Tak Usah Pajang Poto Presiden Di Sekolah”

“Maaf mas, bapak kepala sekolah sedang sakit jantung, itu orangnya sedang tiduran diruangan, mungkin lain kali saja bisa datang kembali”,Pungkas Agustono.

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas