Pemkab Kotim Kecolongan Masuknya Investor Siluman

Wim RK Benung
Wim RK Benung

“Sulap lahan yang diperuntukan untuk wilayah pertanian ditiga desa menjadi perkebunan kelapa sawit hingga ratusan hektar dalam satu hamparan tanpa dilengkapi izin, hal ini sangat bertentangan dengan Perda Kotim”

BintangEmpat.com, Sampit- Kalteng— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) , Provinsi Kalimantan  (Kalteng) merasa kecolongan dengan  masuknya  “Investor Siluman  , menggarap ratusan hektar dalam satu hamparan  lahan  dan hutan  dikecamatan Mentaya Hilir Selatan, tepatnya di tiga desa, yakni Desa Jaya Karet, Basirih Hulu dan Desa Jaya Kelapa yang diduga kuat tidak mengantongi izin (illegal).

Bupati Kotawaringin Timur  H. Supian Hadi, S.Ikom merasa kaget dan geram  ketika mendengar informasi ini dan segera menurunkan Tim Koordinasi Penata Ruang Daerah (TKPRD) Kotim untuk melakukan pengecekan di lokasi tersebut dengan melibatkan pihak terkait.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan Bintangempat.com melalui Kabag Perekonomian dan  SDA Setda Kotim Wim RK Benung, membenarkan informasi tersebut karena pihaknya sudah secara langsung turun kelapangan untuk melakukan pengecekan kelokasi  dimaksud pada hari Kamis, 22 Agustus 2019 baru-baru ini.

Baca juga : Bupati Kotim Apresiasi Ide Kreatif Rapi

“ Untuk memastikan kebenaran informasi itu  saya selaku ketua tim dari TKPRD  Kotim sudah turun kelapangan menyaksikan secara langsung aktivitas perusahaan yang diduga siluman itu, “ Ujar Wim, Jum’at 23 Agustus 2019 di kantornya.

“ Kurang lebih 400 hektar  dalam satu hamparan lahan ditiga desa itu sudah digarap dan ditanami kelapa sawit yang usianya diperkirakan satu tahun, selain itu kami juga menemukan satu unit exapator yang terparkir dan satu Base cam dalam keadaan kosong,” Kata Wim.

“ Dilapangan kami hanya menemukan pekerja saja tidak bisa mendapatkan informasi terkait siapa pemilik perusahaan itu, tim kami sudah mengambil titik koordinat untuk mengukur berapa keluasan lahan itu secara kongkrit,” Jelas Wim.

“ Selanjut nya  tim kami dalam waktu dekat akan mengadakan rapat intern  untuk menyimpulkan hasil temuan ini, yang saat ini masih menunggu kajian dan telaahan dari dinas PUPR Kotim yang akan kami laporkan kepimpinan untuk ditindaklanjuti,” tutup Wim.

Menurut  Zulkifli  Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anak Borneo (LSM-GAB) Kalimantan Tengah,” Tindakan  tegas Bupati dan penegak hukum di Kotim kita tunggu secara kongkrit, jangan sekedar gertak sambal, kepada siapapun orangnya yang jelas jelas melecehkan dan melanggar aturan Perda Kotim,” Ujar Zulkifli.

“ Kami berharap hakum dibumi Habaring Hurung ini tidak pilih kasih dan pandang bulu siapapun orangnya dan jangan terkesan ada istilah hukum di Kotim ini tajam kebawah dan tumpul keatas agar supermasi hukum dapat ditegakan dengan adil dan benar,” tegas Zulkifli.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa fakta dilapangan sudah jelas bahwa benar ada perusahaan siluman yang begitu berani  membuka lahan tanpa izin,  dan jelas jelas melanggar Perda Kotim yang intinya melarang dan tidak memperbolehkan kawasan selatan  itu untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit apalagi secara korporasi, karena kawasan itu sudah ditetapkan sebagai daerah kawasan penyangga ketahanan pangan khususnya Kotim dan Kalimantan Tengah pada umumnya.

*Misnato

 

 

bersambung diedisi berikutnya…

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar