Aliansi Mahasiswa Pemuda Paluta Geruduk Kantor Kejari

BintangEmpat.com, Paluta-Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Paluta (Padang Lawas Utara) Demo ke kantor Kejari (Kejaksaan Negeri) Kab Paluta Rabu (25/09/2019)

Dalam demo tersebut tampak para mahasiswa membentangkan spanduk yang cukup panjang. Dan para Satpol-PP bersama anggota kepolisian juga seperti biasa langsung melakukan pengamanan.

Ketika demo sedang berlangsung Kasi BB Kejari tersebut Fery Sitanggang mencoba menjawab. Namun para mahasiswa yang merasa sudah bosan karena setiap demo selalu Kasi-kasi saja yang menjawab tak pernah sekalipun Kejari, akhirnya mereka tidak setuju. Atas sikap Kejari tersebut, para mahasiswa merasa bahwa kejari sepertinya tak pernah menghiraukan mereka.

Baca juga :

Gelar Putera Reformasi Untuk Jokowi, Ini Kata Haris Azhar Dan Ali Ngabalin

Demo Tuntut Karhutla Riau Ricuh, Mahasiswa: Kapolda Riau Gagal

Camat Padang Bolak: Kritik Pers Dapat Memompa Kinerja Kecamatan

Namun apa boleh buat hingga demo berakhir Kejari tersebut Andri Kurniawan SH.MH. tak kunjung nongol.

Dalam orasi mereka, para mahasiswa menuntut Kejaksaaan agar tidak tutup mata dan tetap berpegang teguh pada sumpah dan janjinya. Menurut mereka, kejaksaaan harusnya menjadi pencegah dan penindak. Mala diduga kuat ikut serta bagian dari pelaku korupsi.

Betapa tidak, ada banyak kejanggalan dan patut di curigai. Bahwa Para oknum oknum Kejari Paluta membiarkan proyek proyek yang katanya di dampingi TP4D (Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah) nampak amburadul dan di duga tidak sesuai dengan Bestek.

Para mahasiswa juga menilai kalo tugas dan fungsi TP4D bertolak belakang. Karena diduga ada perampokan Dana Desa berdalih sosialisasi penyuluhan hukum dan MOU ke desa desa. Dari mana pasalnya sebanyak 386 Desa sepaluta kegiatannya sama. Bayangkan menurut akal sehat kita, itu tidak mungkin.

Dalam kegiatan penyuluhan sosialisasi hukum dan MOU tersebut menelan dana perdesa sebesar ± Rp. 8 JT, kali 386 Desa berarti ± Rp.3.088.000.000,-

Uang yang cukup begitu fantastis dan besar sekali. Hanya untuk sosialisasi penyuluhan hukum dan MOU? Sesuatu yang tidak bisa di terima akal sehat. Dasar dari kegiatan tersebut sangat patut di curigai.

“Apa mungkin, seragam menakuti? Apa mungkin kewenangan mengancam dan terakhir menjadi pengaman?”

Kemudian tentang kegiatan penyuluhan dan MOU tersebut dalam proses pelaksanaannya Di Duga di buat secara digabungkan sehingga tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Untuk itu para mahasiswa menyatakan sikap, yang pertama Jamwas harus turun ke Paluta. Kedua Jajati-Sumatra Utara agar mencopot Kajari Paluta dan Rotasi seluruh jajarannya.(Harahap kurokuro)

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas