REPUBLIK INDONESIA ERA JOKOWI (1)

 

 

REPUBLIK INDONESIA ERA JOKOWI (1):
Al Capone dan Jokowi…

Ditulis Oleh: Sri-Bintang Pamungkas (SBP).

Aphonse Gabriel Capone, atau yang dikenal dengan Al Capone (1899-1947) lahir di New York dari keluarga imigran Itali. Sesudah dewasa, Al Capone yang dijuluki Si Muka Codet, _scarce face_, pada awalnya dikenal sebagai Penjual Pakaian Jadi. Tapi jiwanya yang bengis, kejam dan haus kekuasaan mengubahnya menjadi Pebisnis Alkohol, pemerasan, penipuan dan macam-macam kejahatan yang lain, termasuk pembunuhan.

Al Capone juga pandai dalam organisasi. Temannya banyak… sesama penjahat! Mereka dimanfaatkannya untuk membangun Dunia Bandit, atau Gangster, di Chicago dan sekitarnya. Al, yang juga dipanggil Big Al, pun tidak ragu-ragu membunuh teman-teman bawahannya yang dicurigainya berkhianat. Semua orang di sekelilingnya takluk dan sujud kepadanya.

Untuk memenuhi ambisinya menjadi Raja Bandit, serta meluaskan pengaruhnya, Al pun tidak segan-segan melakukan perang antar gangster dengan membunuhi para tokoh kelompok bandit lawan-lawanya. Big Al ini tidak peduli dengan nyawa orang… Isterinya, Mae Capone, adalah janda dari salahsatu lawan yang dibunuhnya.

Big Al pun selalu lolos dari balas dendam para lawannya itu. Akhinya pun Big Al berhasil menjadi Raja Bandit. Tidak lagi ada yang bisa menolak kemauannya. Mantan lawan-lawannya pun pada akhirnya bertekuk-lutut dan menghamba kepadanya!

Al Capone menjadi sangat tersohor di Amerika Serikat dan Dunia. Boss Bandit yang selalu lolos dari kejaran hukum ini dengan sangat berani dan pandainya menyuap hampir semua polisi di wilayah Chicago dan Negara Bagian Illinois. Selain didukung oleh polisi-polisi korup, Al pun merekrut banyak Ahli Hukum untuk melindunginya, menutupinya serta mencari berbagai celah dari jeratan hukum.

Tapi sepandai-pandai tupai melompat, Al Capone akhirnya terjungkal juga. Adalah Elliot Ness (1903-1957) seorang polisi Bagian Larangan Hukum, termasuk hukum Pelarian Pajak, yang mencurigai Capone tidak membayar pajak sebagaimana mestinya… suatu kejahatan menghindari pembayaran pajak yang juga banyak dilakukan para wajib pajak, termasuk politisi dan pebisnis.

Elliot Ness merekrut beberapa orang polisi, termasuk seorang gaek yang tahan suap, Jimmy Malone. Elliot Ness bersama Timnya berniat membekuk Al Capone. Tim yang terdiri dari sembilan orang ini kemudian dikenal dengan _the Untouchables_, kelompok polisi yang tidak bisa disentuh oleh Suap dan iming-iming Jabatan. Tim Elliot Ness ini pada akhirnya bisa menangkap Easy Eddie, salahsatu Ahli Hukum yang bertugas sebagai Pemegang Buku Big Al.

Dari Bukti Pembukuannya, setelah berhasil malang-melintang menjadi Boss Bandit selama delapan tahun serta melakukan berbagai macam teror terhadap masyarakat, akhirnya Big Al dinyatakan bersalah oleh Pengadilan, karena terbukti menghindari pajak. Big Al dihukum selama 11 tahun penjara dengan kewajiban membayar denda 70,000 Dollar.

Al Capone dikirim ke Penjara Al Catras pada usia 33 tahun. Seminggu sebelum Big Al keluar dari penjara, Easy Eddie mati terbunuh ditembak orang. Al Capone sendiri mati pada 1947. Sebagai Raja Bandit yang legendaris, biografi Al Capone diabadikan di Museum Gangster di beberapa kota di Amerika Serikat, lengkap dengan berbagai macam kejahatannya…

Setelah mengamati berbagai peristiwa selama lima tahun terakhir ini, bukankah ada beberapa kemiripan sejarah Al Capone dengan Jokowi?! Keduanya mengawali sebagai Pebisnis yang selanjutnya juga ingin disebut Raja…

22 Oktober 2019. *@SBP.

Opini ini ditulis oleh SBP ke WhatsApp Redaksi BintangEmpat.Com

 

 

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas