Seret Kontraktor Dan Pemilik Alat Berat

Heriansyah Mantan DPR Kalteng

BintangEmpat.com, Sampit- Kalteng — Heriansyah salah seorang pengamat sosial & politik dan juga tokoh masyarakat, Mantan Anggota Dewan Provinsi Kalimantan Tengah meminta agar pemilik alat berat dan juga kontraktor yang menggunakan material laterit illegal harus diseret, biar adil jangan sampai orang kecil sebagai suruhan saja yang dijadikan tumbal dalam kasus ini.

Baca juga : Pemkab Dan BKD Kotim Dituding Lecehkan Putusan MA

Informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan bintangempat.com bahwa sampai saat ini tersangka yang diciduk hanya satu orang dan itu merupakan orang suruhan yang dijadikan bos besar sebagai tumbal, sementara pemilik alat berat berinisial (HY), pemilik truk dan pengguna laterit illegal (Red) Kontraktor belum tersentuh hukum, pertanyaan-nya kenapa ? ada apa ?

Menurut Heriansyah, saat dikonfirmasi (29/10/2019), ”Sangat tidak masuk akal dan patut ditelisik serta dipertanyakan dalam kasus ini kalo pemilik alat berat dan pemilik truk serta pengguna laterit illegal (Red) ini tidak diseret, faktanya sudah jelas kok bahwa galian C (tanah laterit) yang dipergunakan untuk proyek pemerintah bernilai Miliaran rupiah itu menggunakan material Illegal yang dilakukan Kontraktor sebagai pelaksana proyek Multiyear ini,” ungkap Heriansyah.

Baca juga : Proyek Peningkatan Jalan Di Kabupaten Kotim Diduga Bermasalah

“Saya harap agar penegak hukum harus berani bertindak adil dalam kasus ini siapapun orangnya, agar supremasi hukum di negeri ini bisa ditegakan dan sebagai panglima tertinggi yang harus kita hormati bersama, jangan tebang pilih dan pilih kasih dalam menangani kasus yang nyata-nyata terang benerang seperti saat ini,” Tegas Heriansyah.

Sementara itu Hardi P Hady, mantan Kepala Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) juga angkat bicara,” Tidak panjang lebar masalah ini saya bicara, dua poin saja pertama aturan itu boleh-boleh saja ditegakan, namun saya minta jangan tebang pilih, masih banyak perusahaan besar yang melakukan hal yang sama untuk membangun jalan produksi didalam kebun mereka masing-masing dengan menggali tanah laterit secara Illegal kenapa tidak ditangkap juga,” ujar Hardi.

“Kenapa yang ini saja yang ditangkap sementara manfaatnya jelas untuk kepentingan umum, dan ini jelas merugikan kami dipedalaman kalau pembangunan ini terhambat dan terbengkalai” Ungkap Hardi.

Baca juga : Pemkab Kotim Kecolongan Masuknya Investor Siluman

“Yang kedua dampak dari tertangkapnya alat berat dan tersangka itu kami minta agar jangan mengambat jalannya pembangunan didaerah kami, kami tidak mau tau dalam hal ini siapa yang harus bertanggung jawab, jika bikin masalah harus bertanggung jawab juga untuk mencari solusinya jangan lempar batu sembunyi tangan,” Papar Hardi.

“Jika aparat penegak hukum dalam waktu dekat ini tidak melakukan penangkapan dan penertiban perusahaan besar swasta yang melakukan galian C secara Illegal untuk membuktikan keadilan kepada kami, maka jangan salahkan kami bersama masyarakat untuk mengambil langkah dan tindakan sendiri untuk menangkap dan mengamakan mereka itu semua,” Tegas Hardi.

Baca juga : Sidang Perdata Bupati Kotim CS Masih Berlanjut.

Sebagaimana telah diketahui bahwa Sebuah alat berat jenis excavator merk Komatsu tipe PX 200-8 dan truk jenis Mitshubisi dengan nomor polisi KH 8224 FR, diamankan Polres Kotawaringin Timur di areal penambangan atau galian C yang diduga ilegal tepatnya di Jalan Andjar Soegianto, Desa Tumbang Kalang, Kecamatan Antang Kalang, pada Selasa, 10 September 2019 pukul 10.00 WIB yang lalu.

Pemilik alat berat ini dulunya merupakan kontraktor CV. SA yang melaporkan salah satu oknum LSM berinisial DP atas kasus pemerasan pada 28 Maret 2017 lalu. Hingga menyeret nya ke penjara.
Dalam perkara ini kegiatan penambangan tanpa izin itu berpotensi perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dan dimaksud dalam Pasal 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

*Misnato

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas