Proyek Plengsengan Di Sampang Terkesan Asal Jadi

pelengsengan yang terletak di Dusun Tengan, Desa Gunung Maddah, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura,
pelengsengan yang terletak di Dusun Tengan, Desa Gunung Maddah, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura,

Redaksi BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Salah satu proyek Kelompok Masyarakat (Pokmas) berupa pembangunan pelengsengan yang terletak di Dusun Tengan, Desa Gunung Maddah, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) atau Spek dan terkesan asal jadi.

Mirisnya, pembangunan plengsengan dengan volume sekitar 700 meter tersebut dibangun di sawah milik warga setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, proyek yang dibangun dari anggaran Pemerintah terindikasi disalah gunakan.

Baca Bom Bunuh Diri Polrestabes Medan

Pasalnya, beberapa warga yang memilki sawah diduga juga dimintai sumbangan material seperti batu dan semen, untuk memenuhi pembangun plengsengan tersebut. Namun, lebih mirisnya pembangunan yang terletak dipinggiran hamparan sawah banyak mendapat keluhan warga setempat.

“Ada beberapa bahan material yang tidak sesuai, saat pengerjaan hasilnyapun banyak kekurangan, seperti kurangnya campuran semen. Bisa dilihat dari hasil fisiknya, kemungkinan besar tidak lama plengsengan ini akan rusak”, kata warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Sementara saat dikonfirmasi Yusuf Ketua Pokmas Pembangunan Plengsengan mengaku, proyek plengsengan tersebut bukan pihaknya yang mengerjakan, melainkan ada tangan ketiga yakni berinisial (ZY) juga sebagai Koordinator Pokmas. Yusuf juga mengaku, dirinya dan bendahara hanya sebatas melakukan pencairan anggaran.

“Saya dan Pak Subey (Bendahara) hanya melakukan pencairan, karena yang bisa mencairkan anggaran itu Ketua Pokmas dan Bendahara. Anggarannya Rp. 250 juta, saya dan bendahara mendapat imbalan Rp. 1 juta setelah mencairkan di salah satu Bank. Saat itu saya difoto termasuk uangnya yang Rp. 250 juta secara utuh, kemudian uang tersebut diambil oleh ZY”, kata Yusuf, Selasa (12/11/2019).

Baca FPI Beberkan Pencekalan Habib Rizieq

Dari hasil pantauan dan menyikapi pembangunan plengsengan yang terkesan asal jadi ditengah sawah dan diduga penyelewengan anggaran, Ketua LSM Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) DPD Jawa Timur Habib Jaffan mengatakan, melihat kronologis pencairan anggaran proyek tersebut terdapat unsur pelanggaran kewenangan.

“Semestinya pekerjaan tersebut dilakukan oleh Ketua Pokmas, namun malah dikerjakan oleh orang lain yang tidak masuk dalam struktur Pokmas, dalam bantuan itu mengarah┬ápada tindak pidana korupsi. Jadi, dalam pengerjaan proyek Pokmasnya hanya sebatas formalitas saja”, ungkap Jaffan.

Jaffan juga menegaskan, kalau proyek pelengsengan tersebut dikerjakan di tengah sawah, sudah jelas tidak sesuai dengan speknya, dan hal itu sangat fatal kesalahannya. Tidak sesuai dengan regulasi. Proyek tersebut diperuntukkan khusus kepentingan umum, bukan kepentingan pribadinya.

Baca Polisi Harus Hentikan Laporan Dewi Tanjung Soal Novel Bawedan

“Hal seperti ini yang merugikan uang negara. Saya selaku Ketua LSM KPK DPD Jatim akan melaporkan ke APH (Aparat Penegak Hukum) terkait dugaan penyimpangan anggaran uang negara yang dilakukan oleh oknum-oknum yang bermain dalam proyek ini, biar ada efek jerah”, tegasnya. (Fiq)

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas