Cara Undang Menteri Bappenas Tak Beretika

Jakarta – Mantan Koordinator Sub Komisi Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Natalius Pigai, mengkritik cara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), /Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, dalam mengundang dirinya dalam sebuah acara dengan tema, “Konferensi Pembangunan Papua” yang dinilainya tidak etis dan ilegal.

Baca: 30 Tahun Idap Kusta Kapolres Jember Datangi Nenek Sumirah

“Anda harus tahu bahwa kita ini orang-orang yang prominent, baik di Papua dan di Indonesia,” tegas Natalius Pigai, dalam siaran pers, Senin (16/12/2019).

Menurut Pigai, cara dan gaya Suharso Monoarfa, dalam mencantumkan nama-nama undangan khususnya kepada dirinya, diedarkan secara luas tanpa permisi terlebih dahulu.

Baca: Natalius Pigai: 144 KPPS Meninggal, KPU Terancam Pidana

“Ini menujukkan bahwa anda (Suharso Monoarfa) dan jajarannya tidak punya etika, moral dan adab. Saya tegaskan undangan anda sebagai Kepala Bappenas adalah undangan ilegal (tidak legitimate),” jelas dia.

Selain undangan yang tidak legitimate, juga kapasitas Natalius Pigai, mustahil dirinya hadir hanya mendengar omong kosong (tong kosong bunyi nyaring).

Baca: Proyek Asal Jadi TP4D Paluta Dituding Terima Upeti

“Maaf Pak, saya road show dari kampus ke kampus di seluruh Indonesia dan lebih dihormati jutaan orang di akademia, seperti tanggal 17 Desember 2019 memberi Kuliah Umum Univeritas Muhamadiyah Malang,” terang Pigai.

Cara Undang Menteri Bappenas Tak Beretika

Pigai mengeluhkan etika dan sopan santun Menteri Bappenas, Suharso Monoarfa.
“Saya ingin anda dan jajarannya belajar beretika sopan dan santun,” tegas dia lagi. (Red).

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang