Warga Selok Awar-awar Geruduk Kantor Kecamatan Minta Penghitungan Ulang

Darurat Sampah, Kapolres Ubah Sampah Jadi BBM

Jawa Timur – Tindak lanjut dari pengajuan penghitungan ulang pasca pilkades Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Senin (23/12/2019), ratusan warga Desa Selok Awar-awar, ngeluruk kantor kecamatan Pasirian, untuk meminta penghitungan ulang surat suara.

Menurut Eko Prasetyo, Calon Kades nomor urut 3 ini, adanya indikasi kecurangan yang perlu diluruskan, selain jumlah DPT dan jumlah surat suara yang tidak sinkron, kecurangan lain juga diketahui dari jumlah penghitungan yang seharusnya berjumlah 28 suara dirubah menjadi 37 suara.

Warga Selok Awar-awar Geruduk Kantor Kecamatan
Eko Prasetyo Dan Warga

“Kami hanya meminta penghitungan ulang, karena kami punya bukti terkait kecurangan yang ada”, ucap Eko Prasetyo, Senin (23/12/2019).

Mediasi yang dilakukan dikantor kecamatan Pasirian tidak membuahkan hasil, sehingga para pendemo dan calon kades yang dirugikan diarahkan komplain penghitungan ulang suara ke panitia kabupaten Lumajang, DPMD Lumajang.

Lihat YouTube Kami

“Tidak ada titik temu, dan kami diarahkan untuk menyampaikan aspirasi ini ke panitia kabupaten”, lanjutnya.

Eko Prasetyo bersama ratusan pendukungnya sepakat untuk terus berupaya meminta keadilan agar dilakukan penghitungan ulang, karena seluruh bukti kecurangan sangat jelas dan sudah dikantonginya.

“Pokoknya kami akan terus berupaya meminta penghitungan ulang, agar warga bisa merasa legowo”, tandasnya.

Warga Selok Awar-awar Geruduk Kantor Kecamatan

Sementara itu Kapolsek Pasirian IPTU Agus Sugiharta, SH., membenarkan bahwa mediasi di kantor kecamatan pasirian belum menemukan titik temu.

“Sesuai aturan keberatan 3 hari di tingkat kecamatan dan 3 hari ditingkat kabupaten”, pungkasnya. (bas).

 

 

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan