Demo Bayaran Ngluruk Balai Kota DKI Jakarta, KGP: Jangan Jadi Sampah Yang Dibuang ke Kali Ciliwung

Demo Bayaran Ngluruk Balai Kota Jakarta
KGP: Jangan Jadi Sampah Yang Dibuang ke Kali Ciliwung
Cina Sudah Lancang di Natuna KGP: Jangan Jadi Sampah Yang Dibuang ke Kali Ciliwung
KGP: Jangan Jadi Sampah Yang Dibuang ke Kali Ciliwung

Jakarta – Presiden Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas (KGP) berang melihat kenyataan demo bayaran yang ngluruk Balai kota DKI Jakarta pada Selasa (14/1) siang tanpa informasi awal yang cukup.

Orasi Dewi Tanjung dan Abu Janda

Mereka dinilainya seakan sampah yang dilempar warga ke kali Ciliwung dan terkumpul di bantaran pelampung plastik sebelum datang petugas kebersihan kali untuk mengangkutnya ke truk sampah yang disiapkan di bantaran kali.

“Kami tidak melarang mereka berdemo siapa pun di negeri ini. Itu hak konstitusi yang dijamin oleh UUD 1945 asli. Tapi, hendaknya mereka berpikir dulu dengan komparasi data jelas dari data 2012 sampai tahun 2020 ini. Bila patut didemo, maka silakan demo,” jelas KGP, Rabu (15/1/2020) pagi di Bogor.

Emak-emak Demo Anies 

KGP menduga para pendemo diinisiasi oleh munafikun dan kafirun yang dimodali komunis cina. Atau bisa jadi mereka yang biasa menyebut dirinya Pancasila padahal tidak mengerti makna Pancasila.

Nenek 80 Tahun Hidup Sebatangkara Di Rongsokan

” Jangan karna kalian kafir kalian benci Arab dan Muslim dan jangan pula karena kalian takut Komunis Cina sehingga kalian bangga jadi babu Cina di negeri sendiri,” Sindir KGP.

Demo Pro – Kontra Anies

Apa yang dikatakan KGP merupakan sindiran nasionalisme yang tidak diajarkan di Lemhannas maupun BPIP sekalipun. Kedua lembaga ini dinilai KGP merupakan jantung utama mendidik rakyat Indonesia untuk mengamalkan Pancasila.

Viral Foto Kapolri Pakai Sandal Jepit

” Kedua lembaga yang mulia tersebut, baik Lemhannas dan BPIP bertanggung jawab penuh mendidik rakyat Indonesia sebagai yang di cita-citakan Bung Hatta agar bangsa ini tidak tenggelam ke dasar lautan di bumi nusantara ini.” Lanjut KGP.

Baca : Soal Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah Keturunan PKI

Hari ini kita mempunyai beban yang besar untuk memperbaiki bangsa, bukan untuk kita, tetapi untuk masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita yang lebih baik.

Kita memiliki beban untuk membuka dan menciptakan lapangan kerja baru dan lapangan kerja yang selama ini diambil alih oleh TKA-TKA ilegal maupun legal dari Cina.

Lumajang Darurat Aids

Kita memiliki beban yang besar untuk membangun perekonomian yang menguntungkan rakyat.

Kita memiliki beban untuk membebaskan rakyat dari kemiskinan dan kesulitan akan kehidupan sehari-hari.

Kita memiliki beban untuk merekatkan kembali tangan baik sesama generasi maupun antar generasi untuk Indonesia yang lebih baik, kini dan masa depan.

Jokowi Sapa Sandiaga Uno, “Hati-hati 2024”

“Beban sejarah hari ini adalah meneriakan dan menggelorakan keberanian diri dan rakyat untuk menyuarakan ini semua. Sekali kita tidak peduli dengan keadan bangsa hari ini, maka selamanya kita akan menjadi warga negara yang di kutuk sejarah…salam k666” , tutup KGP. Red.

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

*********Anda ingin pasang iklan di BintangEmpat.Com? hubungi kami 082225556952********* BintangEmpat.Com Diterbitkan Oleh: PT Raja Pos Intermedia. Copyright © 2020 BintangEmpat.Com