Lumajang Darurat Aids

Lumajang Darurat Aids

dr Bayu Wibowo IGN
dr Bayu Wibowo IGN

Jawa Timur – Jumlah penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Lumajang, terus mengalami peningkatan. Penyakit yang sangat menakutkan itu pada 2019 kemarin jumlah penderitanya mencapai 774 orang.

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

Dari jumlah tetsebut hanya sekitar 300 penderita yang rutin melakukan pemeriksaan dengan mengikuti terapi antiretroviral dan gratis melalui program pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Lumajang dr Bayu Wibowo IGN,, menyampakan pada wartawan Senin (13/1/2020) di Kantor Dinkes Lumajang, bahwa angka tersebut meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Kasat Reskrim Dicopot, Ada Kaitan Dengan Pemerasan Rp 1 M?

“Data 2015 – mencapai 199. 2016-128. 2017-444. 2018-380 dan 2019-774 penderita”, terangnya.

Dijelaskan, tindakan pencegahan harus dilakukan agar supaya terhindar dari penyakit HIV yang tergolong penyakit mengerikan ini.

Camat Di Sidoarjo Terciduk Tim Saber Pungli

” kita selalu melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan ditempat-tempat umum lainnya, Jika merasa terinfeksi penyakit ini segera datangi dokter atau petugas kesehatan”, jelasnya.

Kata dr Bayu, penyakit HIV penularannya bisa melalui hubungan seksual, selain itu juga melalui penggunaan jarum suntik secara bersana-sama.

Ada Apa KPU di KPK?

“Oleh karenanya jangan berganti-ganti pasangan, seperti penggunaan jarum suntik bergantian itu umumnya para pengguna narkoba, Virus akan masuk pada jaringan kulit yang rusak seperti terluka dan tergores”, katanya.

Masih kata dia, dengan penanganan yang baik, orang tua yang menderita HIV jika dalam kondisi mengandung. Anaknya juga belum tentu tertular.

“Penderita HIV, perempuan, juga memungkinkan untuk melahirkan bayi yang sehat dan bebas dari infeksi”, ujarnya.

Judika Dan Siti Badriah Dipanggil Polda Jatim Soal Investasi Bodong MeMiles

“Tentu hal ini jika si ibu yang menderita HIV tersebut mendapatkan penanganan medis yang baik, saat melahirkan dilakukan dengan cara operasi, karena jika melahirkan dengan cara normal di khawatirkan ada luka sehingga bayinya tertular, untuk penderita yang meninggal dunia aman bagi yang memandikan setelah tenggang waktu 4 jam, karena virus ini mati dengan sedirinya 4 jam setelah si penderita meninggal dunia”, Imbuhnya.

500 Kapal Nelayan Siap Bantu TNI Amankan Laut Natuna

Saat ini menurut dr Bayu, untuk memperlambat HIV berkembang biak dan menyebar di dalam tubuh bisa dilakukan dengan pengobatan yang teratur, yaitu dengan terapi antiretroviral. Sampai saat ini memang belum ada obat yang bisa menyembuhkan infeksi virus HIV.

Mertua Sekda Lamongan Dibunuh

Lumajang Darurat Aids

“Terapi antiretroviral itu hanya membantu memperlambat perkembangan virus di dalam tubuh. Sehingga, orang yang terinfeksi dapat menjalani hidup lebih lama. terapi antiretroviral ini harus dijalani seumur hidup”, pungkasnya. (Wan)

Kapolres Jember Ulurkan Tangan Bocah Hidrosepalus

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

%d blogger menyukai ini:
Lewat ke baris perkakas