Bangkalan Gempa Bumi

BintangEmpat.Com – Gempabumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Akumulasi energi penyebab terjadinya gempabumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik.

Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi.

Gempa bumi berkekuatan 6,3 Magnitudo terjadi di Bangkalan, Jawa Timur. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada Kamis (6/2/2020) pukul 01:12 WIB. Lokasi gempa berada pada 6,43 Lintang Selatan, dan 113,05 Bujur Timur.

“Telah Terjadi gempabumi dengan kekuatan: 6.3 SR, 69 km TimurLaut BANGKALAN-JATIM, waktu gempa: 06-Feb-20 01:12:34 WIB, Gempa ini tidak berpotensi TSUNAMI (Event ini sudah direview oleh seismologist.)” , tulis BMKG.

“Area notifikasi: 69 km TimurLaut BANGKALAN-JATIM, 85 km BaratLaut SAMPANG-JATIM, 92 km TimurLaut KAB-GRESIK-JATIM, 97 km TimurLaut SURABAYA-JATIM, dan 692 km Tenggara JAKARTA-INDONESIA” Tulis BMKG.

 

Tindakan yang disarankan BMKG:

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi” , tulis BMKG.

 

Kiat dari BMKG Sesudah Terjadi Gempabumi:
  1. Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib.

  2. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa.

  3. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K.

  4. Telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

  5. Periksa apabila terjadi kebakaran.

  6. Periksa apabila terjadi kebocoran gas.

  7. Periksa apabila terjadi arus pendek.

  8. Periksa aliran dan pipa air.

  9. Periksa segala hal yang dapat membahayakan (mematikan listrik, tidak menyalakan api dll).

  10. Jangan masuk ke dalam bangunan yang sudah rusak terkena gempa, karena kemungkinan sewaktu-waktu dapat runtuh akibat gempa susulan.

  11. Jangan mendekati bangunan yang sudah rusak terkena gempa, karena kemungkinan sewaktu-waktu dapat runtuh akibat gempa susulan.

  12. Menyimak informasi mengenai gempa susulan dari media cetak maupun media elektronik.

  13. Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi. *Red

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang