Kasus Penghinaan Wali Kota Surabaya Disorot Publik

Hendarsam Marantoko, Penasihat Hukum BintangEmpat.Com dan Wakil Ketua ACTA

BintangEmpat.Com – Pemilik akun Facebook Zikria Dzatil, penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma, akhirnya ditangkap Tim Satreskrim Polrestabes Surabaya, pada 1 Februari 2020.

Akun Facebook Zikria Dzatil ini dilaporkan Pemkot Surabaya ke Polrestabes Surabaya pada 21 Januari 2020, setelah mendapat desakan dari sejumlah pihak maupun masyarakat.

Anak Penghina Risma Merengek Minta ASI

Kasus penangkapan pelaku penghina Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, menuai simpati dan soroton dari publik, seperti Habiburokhman, anggota DPR RI Periode 2019 – 2024.

Habiburokhman memberi peringatan kepada Polda Jatim agar tidak menahan pelaku yang diyakini seorang ibu-ibu.

Penghina Risma Ditangkap, Risma dan Kapolrestabes Surabaya Dilaporkan ke Ombudsman

“Sebagai anggota Komisi hukum DPR saya menyerukan Polda Jatim untuk tidak menahan ibu-ibu yang diduga menghina Bu Risma ini. Bila perlu saya siap menjadi penjamin penangguhan penahanan dan sekaligus memediasi antara pelapor dan terlapor,” tulis @Habiburokhman di Twitter, Minggu (2/2/2020).

Senada dengan Hendarsam Marantoko, penasihat hukum BintangEmpat.Com dan juga Wakil Ketua ACTA (Advokat Cinta Tanah Air), dirinya membenarkan pernyataan Habiburokhman.

“Bahwa memang benar, abang kita, Habiburokhman siap untuk menjadi penjamin” , kata Hendarsam ketika dikonfirmasi BintangEmpat.Com, (5/2/2020).

“Bahwa kejadian seperti ini penegakan hukumnya tidak harus melakukan penahanan apalagi yang bersangkutan adalah ibu menyusui” , imbuh Hendarsam Marantoko.

Hendarsam: Prabowo Akan Tetap Bersama Kalian

Hendarsam melanjutkan, seyogyanya Wali Kota Surabaya mengentikan perkara ini dan tidak ‘tipis kuping’.

“Walaupun bu risma bukan pelapor dalam perkara ini, tapi seyogyanya Bu Risma dapat pro aktif untuk menghentikan perkara ini, karena jangan sampai Bu Risma dianggap pejabat publik yang “tipis kuping”, dan ini merugikan beliau juga kedepannya” , pungkas Hendarsam Marantoko. *Red

Polri Wajib SP3 Kasus Egi Sudjana

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan