Polres Probolinggo Diduga Abaikan Laporan Penghinaan Presiden

 

Bintangempat.com, Probolinggo (2/2/2020) – Relawan Jokowi yang tergabung dalam Ormas Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Probolinggo dan Federasi Indonesia Bersatu (FIBER) Probolinggo melaporkan adanya ujaran kebencian dan provokasi di media sosial yang juga merupakan penghinaan terhadap Simbol Negara ke Polres Probolinggo pada Rabu siang pukul 14.30 WIB, (30/10/2019).

Catatan Akhir Tahun Polres Jember

Pelaporan didengar oleh Petugas di SPKT Polres Probolinggo, yang kemudian diarahkan ke Penyidik Unit Tipidter Satreskrim Polres Probolinggo dan didengar pula secara lisan di ruang unit Tipidter oleh Penyidik Tipidter Satreskrim Polres Probolinggo, (30/10/2019).

Permasalahannya adalah Polres Probolinggo enggan menerbitkan Surat Tanda Terima Laporan, meski telah ada bukti permulaan yaitu foto Presiden dan Wakil Presiden yang telah diedit, foto Presiden dan Mantan Presiden yang telah diedit, juga ada ujaran kebencian dan provokasi pada postingan di Facebook.

Semuanya berjumlah 4 foto screenshot yang disampaikan kepada Penyidik Tipidter Polres Probolinggo dan Kasat Reskrim Polres Probolinggo.

Dikatakan pelapor, bahwa akun tersebut secara rutin melakukan ujaran kebencian dan provokasi di medsos.

600 WNI Eks Kombatan ISIS akan Dipulangkan ke Tanah Air

Petugas SPKT mengatakan bahwa yang menerbitkan STTL adalah Penyidik.
Yang kemudian pelapor diarahkan ke Penyidik Unit Tipidter.

Akan tetapi, Penyidik Tipidter meminta agar pelapor berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Probolinggo. Sehingga berkesan saling melempar kewenangan.

Aktifis Federasi Indonesia Bersatu (FIBER) Probolinggo, Muhammad Hafid menyesalkan sikap oknum penyidik yang tak mau menerbitkan LP atas laporannya tersebut.

PWI Jember Kecam Ucapan Kasar Bupati Lumajang

“Kami di Polres dari jam setengah tiga sampai jam setengah lima, dua jam kami menunggu terbitnya LP, tapi endingnya kami pulang tanpa membawa surat sebagai bukti atas pelaporan kami” , ungkap Hafid, kesal. (30/10/2019)

Ormas Bara JP Probolinggo dan FIBER Probolinggo sangat-sangat menyesalkan sikap oknum penyidik Polres Probolinggo, yang terkesan mengabaikan pelaporan atas perbuatan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Simbol Negara.

“Ini yang kami laporkan adalah sangat-sangat penting, karena menyangkut kehormatan Simbol Negara. Jika ujaran kebencian, provokasi dan penghinaan terhadap Kepala Negara dianggap hal biasa, maka yang berkembang biak adalah adab yang tidak berpegang lagi pada budaya leluhur yang santun dan beretika” , kata Ketua Bara JP Probolinggo, Veronika, (1/11/2019).

Perusakan Masjid Al-Amin Dipicu Penertiban Warung Miras

Kepada pelapor, Penyidik unit Tipidter Satreskrim Polres Probolinggo menyampaikan bahwa Polres tidak punya alat untuk mendeteksi akun.
Meski unit Cyber telah ada, namun alatnya belum ada di Polres.

Pula dikatakan oleh Penyidik Tipidter bahwa ia akan mutasi ke Polsek, sehingga ia menyarankan agar pelapor koordinasi langsung dengan Kasat Reskrim Polres Probolinggo.

Pada Kamis sore (31/10/2019), Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Rizky menyampaikan tanggapannya via WhatsApp.

“Akun tersebut (akun penghina Presiden) sudah diselidiki. Hasilnya akun tersebut akun abal-abal yang tidak diketahui siapa pemiliknya. Polres kesulitan untuk mengungkap lebih jauh”, kata Rizky, (31/10/2019).

Pengakuan Kivlan Zen Digoda Jaksa Hingga Dipukul Dokter

Pula Rizky mengatakan bahwa harus ada bukti permulaan untuk menerbitkan LP.

Ormas Bara JP Probolinggo dan FIBER Probolinggo sangat menyesalkan sikap Kasat Reskrim Polres Probolinggo, yang menilai bahwa foto Presiden yang telah diedit tersebut bukan merupakan bukti permulaan sehingga tidak dapat diungkap.

Diduga sulitnya menerbitkan LP di Polres Probolinggo hanyalah upaya oknum menghindar dari tanggung jawabnya dalam menegakkan supremasi hukum.

Kontak Senjata Dua Anggota KKB Tewas

“Jangankan untuk ungkap, LP aja Polres Probolinggo ndak mau terbitkan” , kata Aktifis FIBER Probolinggo, Muhammad Hafid.

Adapun kejadian penghinaan terhadap Presiden, Wakil Presiden dan Mantan Presiden tersebut telah diketahui Kapolres Probolinggo, akan tetapi hingga waktu berjalan tiga bulan belum juga ada tindak lanjut. ( Tim ).

Dugaan Permainan Solar Bersubsidi Sopir Ancam Clurit Wartawan, Lapor Polisi Malah Disuruh Damai

(Bersambung)

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan