Bongkar Dugaan Pungli Di Samsat Surabaya Utara, Segera Turunkan Tim Saber Pungli

Foto: dari kiri, Siti Marwiyah (adik kandung Menkopolhukam, Mahfud MD) dan Ziwa (Pimred BintangEmpat.Com).
Foto: dari kiri, Siti Marwiyah (adik kandung Menkopolhukam, Mahfud MD) dan Ziwa (Pimred BintangEmpat.Com).

BintangEmpat.Com – Membongkar dugaan Pungutan Liar (pungli) di Samsat Surabaya Utara terkait buka blokir jual dan fee kendaraan unit baru yang dinominal ratusan ribu.

Sekira bulan Januari 2019 Tim Investigasi BintangEmpat.Com mendapat informasi terkait dugaan buka blokir jual yang dinominalkan oleh oknum Samsat Surabaya Utara, dengan nominal Rp.600.000, dan tanpa KTP (Kartu tanda penduduk) Rp.250.000. Sedangkan untuk Fee kendaraan Unit baru dengan nominal ratusan ribu.

Ketika dikonfirmasi kepada Kepala Administrator atau Adpel Samsat Surabaya Utara, Andreas Adi W, tidak membenarkan adanya informasi itu (red-pungli).

“Itu tidak benar”, kata Andreas.

Terpisah, Pimpinan Redaksi BintangEmpat.Com, Hadi S, yang akrab disapa Ziwa, angkat bicara.

“Untuk membuktikan informasi itu, maka Polisi dan Gubernur Jatim sudah sepatutnya membentuk tim khusus untuk membongkar dugaan pungli itu, jika dikalikan maka akan ada aliran dana Milyaran rupiah”, ujar pria berambut Gondrong ini.

“Dugaan pungli itu tidak hanya sehari saja, namun bisa jadi sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu, untuk itu, Polisi diharapkan menurunkan tim Saber Pungli di Samsat Surabaya Utara”, imbuh Ziwa.

“Sebenarnya paling gampang kok bongkar pungli di Samsat Surabaya Utara, bongkar data base nya, disitu akan ada data blokir jual dan kendaraan unit baru, setelah itu kembangkan ke konsumen, insya Allah akan terbongkar jika ada keseriusan”, lanjut Ziwa, pria yang masih mengenyam di Fakultas Hukum itu.

Ketika ditanya apakah yang akan dilakukan terkait informasi pungli ini, dia akan menyampaikan informasi ini ke pusat.

“Insya Allah akan kami sampaikan ke Kapolri dan Kapolda Jatim, kita tahu mereka sangat tegas dan anti pungli, selanjutnya ke Bu Khofifah (Gubernur Jatim) dengan visi misinya ‘CETTAR’, jangan sampai rusak karena oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, Insya Allah akan kami WhatsApp mereka (red-Kapolri, Kapolda dan Gubernur Jatim)”, pungkas pria kelahiran kota soto Lamongan ini.

Sebelum mengakhiri, dia menambahkan jika masih ada dugaan-dugaan pungli di Samsat lain.

“Kita masih proses investigasi di Samsat Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Benculuk, Kraksan, Lumajang, dan Madura, ada informasi juga terkait pungli yang hampir sama modusnya dengan Samsat Surabaya Utara, jangan sampai masyarakat dirugikan oleh oknum bermental korup”, pungkas Ziwa, (27/3/2020). *Tim.

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Hak Cipta © 2020 BintangEmpat.Com. Diterbitkan Oleh: PT. Raja Pos Intermedia