Dugaan LMDH Wono Lestari Pakai ‘Lipstik’ Nestle Indonesia Semakin Jelas.

Dari kiri Edi Santoso, Ketua LMDH Wono Lestari. Catur Endah, perwakilan kementrian LHK Kasubdit PUKHARHA. Ojom Sumantri, ketua Balai perhutanan sosial kementrian lingkungan.

 

Bintangempat.com , Lumajang – Seperti kita ketahui bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Lestari, adalah bentukan dibawah Naungan Pemerintahan Desa Burno Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang , yang mana bersama sama Perusahaan Umum Perhutani dan masyarakat yang tergabung didalam nya mengadakan pertemuan diskusi atau FGD Focus Group Discusion, dengan semua elemen Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) , Balai Kehutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BKSKL) Jawa Bali dan Nusa Tenggara, KPH Perum Perhutani Probolinggo, Forum komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) Senduro, serta stakeholder di kawasan Wisata Siti Sundari Desa Burno, Senduro, Lumajang.

Dalam diskusi tersebut ditekankan agar LMDH Wono Lestari Berbenah untuk menuju LMDH Platinum.Perlu digaris bawahi LMDH Wono Lestari belum menjadi Platinum,dan akan menjadi Platinum dengan salah satu indikator platinum adalah jika produk yang dihasilkan mempunyai pangsa pasar di mancanegara.

Kepala BKPL Jawa Bali Nusa tenggara Angkat Bicara Terkait LMDH Wono Lestari, Burno, Senduro

BKSKL Jawa Bali Nusa tenggara Ojom Sumantri menjelaskan alur pemasaran untuk Produk mempunyai pangsa pasar internasional salah satunya lewat pintu keluar yaitu pariwisata Bali.

“Saya berharap ada gerai produk LMDH di Bali,karena Bali adalah pintu masuk dan keluar Indonesia ” Ujarnya.(9/11/20).

Sementara perwakilan dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, diwakili oleh

Kasubdit PUKHRHA, Catur Endah Prsetiani P,S.Si,MT. Juga tak luput ikut mengomentari kaitan LMDH Platinum.

Kepala BPSKL Jawa Bali ‘Bungkam’ Soal Dana Hibah Siti Sundari

“LMDH Wono Lestari mensuplai susu mentah Ke Nestle, sementara Nestle mempunyai Pasar Luar negeri, sehingga menjadi Indikator LMDH Platinum, karena untuk menjadi Platinum Harus mempunyai pasar mancanegara” ungkapnya.(9/11/20)

Sementara Pihak LMDH Wono Lestari Edi Santoso mengakui, bahwa penjelasan itu disebabkan LMDH

Adalah Kelompok usaha yang berada didalam KUD Tani makmur.

Menjadi berbeda ketika klarifikasi Humas/Manajer Operasional, Koperasi unit Desa KUD Tani Makmur Subari, menjelaskan dengan gamblang Bahwa tidak ada kerja sama dengan LMDH Wono Lestari terkait KUD Tani Makmur melakukan pengiriman Susu mentah ke Nestle Indonesia.

“Tidak ada kerjasama dengan LMDH Wono Lestari ” ungkapnya melalui pesan singkat WhatsApp.(20/11/20).

Dari Sopir yang tidak mau disebutkan namanya,dimana dirinya mengaku melakukan pengiriman setiap hari ke Pasuruan Pabrik susu Nestle Indonesia.

” Saya yang mengirim susu mentah dari KUD Tani Makmur, kemudian saya mengirim ke pabrik susu Nestle Pasuruan ” pungkasnya.

*wan

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan