Kerjakan Proyek Asal-asalan CV Krisna Jaya Disorot Publik

Terlihat disela susunan batu perekat tanpa semen.

BintangEmpat.com, Lumajang – Pembangunan saluran drainase atau gorong-gorong yang berlokasi dijalan Dusun Dampar – Kaligede Kecamatan Pasirian dengan volume yang tidak dijelaskan secara rinci, hanya ditulis 1 paket dalam papan nama proyek tersebut, terkesan ada yang tidak beres dengan proyek yang dilaksanakan oleh CV Krisna Jaya tersebut.

Bukan itu saja, batas waktu mulai pengerjaan hingga batas akhir pengerjaannya hanya disebutkan 150 hari, proyek Penunjukan Langsung yang menggunakan anggaran APBD Tahun 2020 sebesar Rp 193.382.557 juta ini seakan hanya menghambur-hamburkan uang negara saja, pasalnya lantai dasar gorong-gorong tersebut juga tidak dibangun.

Dugaan Pemalsuan Data Bantuan Langsung Tunai Di Lumajang

Tentu saja proyek tersebut menjadi sorotan keras bagi sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) salah satunya adalah LSM Transparansi Masyarakat Anti Korupsi (T – Mak) Lumajang, melalui Koordinator Tim Investigasi T – MAK Lumajang, Ery Pelupesy. SH., pihaknya mengecam keras pengerjaan proyek pengguna anggaran negara tersebut yang terkesan dikerjakan asal-asalan.

“Dari hasil investigasi dilapangan, pembangunan gorong-gorong tersebut, sepertinya dikerjakan asal jadi”,ujarnya. Selasa (10/11/2020).

T – MAK juga menduga pengerjaan proyek pembangunan saluran drainase yang dikerjakan oleh CV Krisna Jaya tersebut tidak sesuai petunjuk Tekhnis (Juknis) maupun petunjuk pelaksanaannya (Juklak).

“Kami menduga proyek pembangunan saluran drainase di jalan Dusun Dampar – Kaligede Pasirian, tidak mengacu pada Juknis maupun Juklak yang ada”, tandasnya.

Sementara, Lanjutnya, T – Mak melihat pemasangan batu pada dinding gorong-gorong hanya satu lapis saja, selain itu juga tidak ada pemasangan batu lantai dasar, sehingga ketahanan proyek tersebut perlu diragukan, bahkan Ia menilai campuran dalam adonan perekat tumpukan batu gorong-gorong hanya lapisan luar saja yang terlihat ada semennya.

Proyek Di Lumajang Terindikasi Korupsi

“Coba lihat dalam foto-foto pengerjaan proyek pembangunan saluran drainase ini, tidak ada lantai dasar, camburan semen pada pasangan tiap batu seperti tanah dicampur air”,Tandasnya.

Melihat kondisi tersebut, LSM T – Mak bakal melakukan somasi terhadap rekanan pelaksana CV Krisna Jaya, dengan harapan kedepan lebih profesional lagi dalam bekerja yang menggunakan uang negara.

“Kami masih mengumpulkan bukti-bukti, apakah nantinya cukup dengan melakukan somasi terhadap rekanan pelaksananya atau kita laporkan kepada aparatur hukum, tapi sebelumnya kami akan klarifikasi dulu kepada Pejabat Pembuat Komitmennya, apakah memang seperti itu pengerjaannya atau memang rekanannya sendiri yang nakal”, pungkasnya.

Sedangkan Muhammad Isnan yang disebut-sebut sebagai Direktur CV Krisna Jaya, seakan mengelak bahwa itu proyek yang dikerjakan dirinya, melalui pesan Whattshap, Isnan menjelaskan bahwa untuk tahun ini dirinya hanya mendapat satu proyek PL pembangunan Waterpark di KWT saja.

 

*bas

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan