Dugaan Pungli Di Samsat Bojonegoro, Adpel Bungkam

Jawa Timur, BintangEmpat.Com – Isu dugaan pungutan liar (pungli) di Samsat Bojonegoro santer terdengar dan bahkan menjadi perbincangan di masyarakat Bojonegoro. Diantaranya isu dugaan pungli buka blokir lapor jual yang dinominalkan dengan kisaran Rp.500.000 dan persyaratan tanpa KTP Rp.250.000, oleh oknum Samsat Bojonegoro.

Seperti halnya seorang masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya memberikan informasi kepada BintangEmpat.Com, bahwa ada dugaan buka blokir lapor jual dan persyaratan tanpa KTP  yang dinominalkan.

“Ya seperti itu yang saya dengar dari wajib pajak”, ujarnya singkat, sambil minum kopi di warteg sekitar  Samsat Bojonegoro, (30/12/2020).

Tak hanya itu, informasi terus kami himpun dari masyarakat atau wajib pajak, ada juga dugaan fee Rp.128.000 untuk kendaraan baru roda dua dan Rp.140.000, untuk kendaraan baru roda empat, oleh pihak ketiga kepada oknum Samsat Bojonegoro.

“Saya kasih info saja mas soal dugaan pungli itu, silahkan digali secara detail”, kata seorang masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.

Menanggapi informasi itu, kami mencoba konfirmasi kepada Djoko W, selaku Administrator Pelaksana (Adpel) yang sekarang menjadi Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP). Namun sayangnya konfirmasi kami ke WhatsAppnya hanya dibaca saja, pada Rabu (30/12/2020) dan terkesan diabaikan alias bungkam.

Jika isu dugaan pungli itu benar adanya, maka ada perputaran uang ratusan juta dalam sebulan dan Gubernur Jawa Timur wajib mengganti Adpel atau PDPP seperti dalam programnya ‘Jawa Timur CETTAR’.

Bersambung…

*Tim

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan