Tandon BBM Bocor Rumah Warga Dilalap Sijago Merah

 

BintangEmpat.Com, Lumajang – Tepatnya Selasa 16 Maret 2021 sekitar pukul: 15.00 wib, Rumah penimbun BBM di Dusun Selok Awar Awar Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang dilalap si jago merah, dalam insiden tersebut, rumah milik penimbun BBM Saniman (60) ludes terbakar, karena api merambat dengan cepat, rumah warga setempat Sugeng (30) yang besebelahan dengan timbunan BBM juga jadi amukan sijago merah.

Dugaan Pemalsuan Data Bantuan Langsung Tunai Di Lumajang

Menurut salah seorang warga selok awar-awar Holi (40) saat dikonfirmasi menjelaskan, Penyebab insiden kebakaran itu berawal dari timbunan BBM sebanyak dua drum setengah, dimana ada salah satu drum bocor yang tidak diketahui, sehingga mengalir kedapur (tumang) yang digunakan istri masak, karena timbunan dekat dengan lokasi dapur api dari tumang langsung menyambarnya, mencoba disiram dengan air api malah tambah membesar.

“Kebakar tersebut akibat drum BBM bocar dan mengalir ke dapur hingga tersambar api, sempat disiram dengan air namun api tambah membesar”, Jelasnya (17/03/21)

Baca : Warga Malang Resah, Ladang Janur Di Rusak Orang Misterius

Lebih jauh, Saat itu Saniman melangsir bensin dari tandon ke botol literan untuk di jual, karena dekat dengan dapur (tumang) secepat kilat tumpahan bensin yang bocor disambar api, selain rumah dan harta benda yang hangus terbakar, Aang (17), Putranya Saniman saat hendak menyelamatkan sepeda miliknya, kakinya mengalami luka bakar terkenak amukan si jago merah.

Dari salah seorang warga setempat yang nama dan identitasnya tidak mau dimediakan menegaskan bahwa atas insiden yang terjadi di selok awar-awar iya meminta kepada pihak terkait untuk menertibkan perijinan penjual BBM berjenis bensin atau lainnya, terutama dalam standard penyimpanan BBM tersebut.

“Ya begitu kalau tidak ada pembinaan atas penimbunan atau penyimpanan BBM, saya lihat di Televisi, banyak penimbun BBM ditangkap polisi, mungkin memang karena berbahaya, tapi dikabupaten lumajang dibeberapa SPBU kayaknya bebas-bebas saja, bahkan saya setiap hendak beli bensin di Pom Pasirian tidak pernah kebagian, sepertinya memang tidak malayani pengendara umum hanya melayani para pelangsir BBM jenis bensin”, Tegasnya

Dari salah satu Aliansi Indonesia Basus D88 Saiful Syah yang menyuarakan kegetolannya, setiap kali melihat masyarakat umum yang hendak mengisi BBM Jenis bensi tidak dilayani terkadang dilayani harus mengantri seperti para pelangsir, seakan akan SPBU hanya melayani yang dikhususkan kepada pelangsir untuk ditimbun untuk dijual, bahkan tidak ada larangan dari SPBU dan aparat setempat, yang saya kawatirkan selama ini terjadi.

Baca juga:Proses Tender KUD Tani Makmur terkesan ‘Curang’

“SPBU fungsinya melayani pembelian secara umum, bukan melayani para pelangsir penimbunan BBM, Sanksinya jelas bagi siapa yang melakukan pelangsiran dan penumpukan (penimbunan) tanpa izin, terkait masalah akan saya layangkan surat kepada PERTAMINA, dimana SPBU masih melayani pelangsir BBM untuk diperdagangkan lagi,”,Pungkasnya (17/03/21)

 

Sementara Kapolsek Pasirian AKP Agus Sugiharto SH., saat dihubungi melalui telpon genggamnya mengatakan, dengan adanya kebakaran rumah diakibatkan tandonan BBM, masih ada beberapa masyarakat belum mengetahui bahwa membeli BBM untuk ditandon berbahaya, dan pihaknya tidak membenarkan untuk semua masyarakat umum membeli dan menjual dengan jumlah skala besar tanpa memiliki ijin khusus, iya akan melakukan pembinaan kepada masyarakat, bila tidak mau akan dilakukan upaya hukum.

“Tidak dibenarkan jika masyarakat umum membeli dan menjual BBM apalagi dengan skala besar tanpa memiliki izin khusus, akan kami lakukan pembinaan dulu bilak masih tetap melanggar akan kami lakukan upaya hukum”.

Saat disinggung apa tidak ada larangan dari aparat setempat atau pun dari pihak SPBU, jika masih dtemukan SPBU melayani tengkulak tindakan apa yang akan dilakukan,

“saya selaku Kapolsek Pasirian sudah melakukan warning kepada SPBU khususnya di Pasirian ada dua SPBU yang kita warning , Jangan sampai melayani tengkulak atau pelangsir siapapun jika tidak untuk kepentingan membeli tanpa ada izin khusus. Jika masih kita temukan SPBU atau karyawan yang melakukan dan masih melayani BBM kepada masyarakat/tengkulak, akan kami laporkan kepada yang berkepentingan yaitu Pertamina, ataupun kalau memang terpaksa kita lakukan upaya hukum”, pungkasnya

*Bi

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang