Perum Perhutani Harap Polres Lumajang Mampu ‘Sikat’ Penjarah Hutan

Foto : kiri pengangkutan kayu hasil jarah, kanan Polres Lumajang

 

BintangEmpat.com, Lumajang – Kasus tindak pidana illegal loging mamang kerap terjadi di sejumlah kawasan hutan di Kabupaten Lumajang, seperti yang terjadi pada awal tahun 2021 lalu, tepatnya diwilayah hukum Polsek Candipuro tepatnya kala itu masuk kawasan hutan RPH Sumberwuluh depan Kemantren Candipuro, sembilan kayu sono keling raib disiang bolong, dan hingga saat ini terkesan lenyap tanpa tindak lanjut.

Kali ini juga terjadi di wilayah hukum Polsek Pasirian yakni di kawasan Perhutani RPH Bagu Pasirian petak 23 Dampar BKPH Pasirian, Petugas gabungan Polmobhut dan Polsek Pasirian berhasil mengamankan barang bukti berupa 150 kayu balok jati dengan berbagai ukuran, gergaji mesin dan kendaraan yang diduga untuk mengangkut kayu hasil curian.

Meski rencana penggerebekan sempat bocor, menurut Danru Polmobhut KPH Probolinggo, Muhammad Taufiq, sehingga rencana pengiriman kayu jati olahan dari kawasan hutan petak 23 Blok Dampar RPH Kajaran tidak jadi diangkut dari dalam gudang, meski demikian dirinya sempat melakukan penyanggongan (Hunting) semalam disekitar gudang milik Zainul.

Baca juga : Kasus Illegal Logging Makin Memanas

“Setelah hunting semalaman, kami bersama pak Pabin, (AKP Rahmad) Polsek Pasirian, dibantu Ayah Pemilik Gudang Abdullah (Pak La), Dan adik Pemilik Gudang untuk membuka paksa gudang milik Zainul”,ujarnya. Minggu (25/4/2021).

Taufiq, berharap Polres Lumajang lebih serius dalam menangani kasus Illegal Logging yang selama ini menjadi pelaporan Perhutank, pasalnya pembalakan liar kawasan hutan terutama wilayah Dampar Kajaran sudah cukup meresahkan, dan sangat mengerikan.

“Semua barang bukti sudah kami serahkan dan sudah ditangani langsung oleh Polres Lumajang, kami selaku pihak perhutani berharap kepada Polres Lumajang selaku penegak hukum diwilayah Lumajang, agar mengusut tuntas para pelaku ilegal logging, yang kerab terjadi,” harapnya.

Kapolsek Pasirian, AKP Agus Sugiharto, SH., saat dikonfirmasi membenarkan adanya penggerebgekan digudang milik Zainullah warga Desa Bagu Kecamatan Pasirian, namun dirinya takut salah menceritakan kronologis saat insiden penggerebekan tersebut, dan mengarahkan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada Kasat Reskrim Polres Lumajang.

“Maaf mas kasus tersebut sudah ditangani polres, Saya tidak berani komentar takut salah, jenengan langsung ke Kasatreskrim saja,” jawabnya singkat (26/04/21)

Sedangkan Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Fajar Bangkit Sutomo S.Kom., saat dikonfirmasi terkait pelaporan kasus Illegal Logging tersebut, dirinya mengatakan masih melakukan pendalaman, dan meminta keterangan dari para saksi, karena dirinya menegaskan masih kurangnya alat bukti.

“Ya mas masih kami periksa saksi-saksi dan ahli, karena masih kurang terkait alat bukti,” jelasnya melalui pesan singkat whatsappnya (26/04/21)

Sementara Subur Asisten Perhutani (Asper) BKPH Pasirian KPH Probolinggo, menegaskan bahwa selama ini pihaknya sudah melakukan pengintaian cukup lama terkait pencurian kayu dikawasan hutan Blok Dampar dan Kajaran, sehingga dirinya sangat yakin bahwa kayu jati olahan digudang Zainullah itu kayu hutan di petak 23 d Blok Dampar.

“Sudah jelas sesuai petak 23d blok Dampar RPH Bagu, BKPH Pasirian itu kawasan hutan dan kami sudah melakukan pengintaian dikawasan hutan tersebut, bukan itu saja, kami juga menemukan bukti sisa tunggak kayu tebangan”,Tegasnya.

Lanjut Subur, Dirinya saat hendak melakukan penggerebekan juga melibatkan pihak Polsek Pasirian, Polres Lumajang, jika dikatakan data kurang akurat, Subur yakin pihak Polsek Pasirian tidak mau melakukan penggerebekan tersebut.

Baca juga : Buntut Panjang ‘Kejahatan Hutan’ Harus Diungkap

“Saat itu kami tidak sendiri, kita juga libatkan Kapolsek dan anggotanya, dan saat itu kayu balok jati sudah berada diatas truck yang ditutupi terpal, pokoknya kami dari pihak perhutani maupun Polsek Pasirian tidak semata mata melakukan penggrebekan jika data dan informask belum akurat,”Tandasnya.

Selain itu Subur juga menegaskan, jika dikatakan data tidak akurat, pihak Polres Lumajang tidak mungkin memberi surat tanda bukti lapor, dikatakan pula, akibat kasus illegal logging tersebut, Negara dirugikan hingga ratusan juta rupiah.

“Sesuai Nomor Laporan Polisi B/75/lV/RES/5.6.2021/RESKRIM/SPKT/Polres lumajang, atas pelaporan kami, Negara dirugikan sebesar 294.400,000,. (Dua Ratus Sembilan Puluh Empat Ribu Rupiah) “,Pungkasnya. Besambung… ****Bi

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang