Bemodal Surat Rekomendasi Bupati, Sungai Bisa Ditambang

Ket. Foto : lokasi aliran sungai yang ditambang

 

BintangEmpat.com, Lumajang – Bermula dari informasi masyarakat jika ada penambang pasir disepanjang aliran sungai Sumberrejo Kabupaten Lumajang dengan menggunakan alat berat escavator yang diduga untuk kepentingan pribadi diperuntukan bahan pengebrukan lahan perumahan Sakinah Warahma yang kurang rata, diketahui pemilik perumahan dan alat berat tersebut milik Rusdi yang notabenya Pegawai Negri Sipil yang bertugas di Kecamatan Randuangung dan juga sebagai depeloper perumahan tanpa ijin hanya rusdi yang berani membelokkan arus sungai di sumberrejo.

Saat dikonfirmasi dilokasi penambangan Rusdi mengakui bahwa lokasi aliran sungai sudah menjadi hak milik pribadi dan sudah dibeli dari masyarakat, bukan milik/wewenang Dinas Pengairan lagi, pihaknya juga mengatakan perumahan yang iya bangun dulunya dimana aliran sungai berada karena itu masih hak milik ketika sudah dibeli aliran sungai tersebut dipindah kesebelah selatan, dilakukan penngerukan pasir karena akan dibagun tanggul

baca juga : Penggerebekan Gudang Rokok Ilegal Gagal Diduga Bocor

“Aliran sungai ini hak milik perseorangan sudah saya beli dari masyarakat, bukan lagi wewenang dinas pengairan lagi, sebelum dibangun perumahan, ini dialiri sungai, makanya setelah saya beli saya pindah kesebelah selatan, pengerukan pasir ini untuk membuat tanggul,”cetus Rusdi, Kamis (29/04/21)

Saat disinggung bukankah disepanjang aliran sungai sesuai aturan itu masih dalam wilayah Dinas Pengairan dan apakah ijin AMDAL dan IMB sudah ada,
“Tanah ini milik pribadi mas,bukan wewenang pengairan,kalau terkait ijin ini sudah rekomendasi bupati dengan berkirim surat”,Jelasnya

Dihari yang sama Sutris selaku staff pengairan UPTD PSDA Lumajang saat dikonfirmasi terkait status aliran sungai tersebut mengatakan bahwa disepanjang aliran sungai itu masuk dalam wilayah dinas pengairan, jika ada kegiatan penambangan dialiran sungai tanpa ada ijin dari pengairan berarti penambang liar, dan kegiatan yang dilakukan Rusdi itu tidak ada sama sekali pemberitahuan ataupun ijin apalagi hingga dilakukan penambangan itu sudah melanggar aturan pengairan, pihaknya sudah tiga kali ini memberi teguran namun tidak di indahkan.

“Disepanjang aliran sungai itu masuk kawasan dinas pengairan, tanpa ada ijin dari dinas pengairan berarti kegiatan penambang liar, untuk kegiatan yang dilakukan rusdi tidak ada sama sekali pemberitahuan apalagi ijin untuk membangun tanggul dan menambang dikawasan pengairan, saya sudah tiga kali ini memberi surat teguran namun tidak di indahkan oleh Rusdi”,Pungkas Sutris melalui telpon genggamnya

Sampai berita ini diterbitkan wartawan media ini sulit berkomunikasi dengan orang nomor satu di Kabupaten Lumajang yaitu Thoriqul Haq selaku Bupati Lumajang, karena saat dihubungi melalui telpon genggamnya tidak bisa tersambung, Jum’an (29/04/21)

 Baca juga : Suap Kades 1 Juta Proyek BKK Amburadul

Karena menyangkut nama Bupati media mencoba menghubungi Yoga Kadis Kominfo Lumajang pada hari sabtu 30/04/21 lewat jaringan whatsappnya guna klarifikasi terkait kebenaran surat rekomendasi dari Bupati untuk menambang di aliran sungai pihaknya mengatakan, ”Mohon maaf Silahkan tanya kepada OPD terkait karena itu bukan kewenangan kami,”pungkasnya

*Bi

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang