Resmi Dipolisikan, Oknum WNA Bekerja Tanpa Ijin, Cemarkan Nama Baik

BALI, BintangEmpat.Com – Tidak terima dengan ujaran kebencian (Hate speech) dan tudahan yang tidak mendasar atau fitnah yang dilontarkan oleh akun Facebook (FB) atas nama Anri Djavakhadze disalah satu group “Canggu Comunity Bali” pada tanggal 17 Maret 2021 lalu, kepada akun yang bernama Gie Citrodihardjo, menjadikan wanita bernama asli Galis Anggara putri melalui Kuasa Hukumnya, Badrul huda, SH., resmi melaporkan kasus pencemaran nama baik terhadap kliennya ke SPKT Polda Bali pada tanggal 25 Maret 2021 kemarin.

“Kami sudah membawa kasus pencemaran nama baik dan hate speech yang ditujukan kepada klien kami ke Polda Bali”,Ujar Badrul Huda SH., Rabu (31/3/2021).

Sebelum Badrul Huda membawa kasus ini ke ranah kepolisian, pihaknya sudah mencoba melakukan klarifikasi kepada pemilik akun FB bernama Anri Djavakhadze, tujuan dari postingannya yang mengatakan bahwa pemilik akun FB Gie Citrodihardjo yang tak lain adalah kliennya, telah melakukan penipuan kepada banyak orang dengan merugikan hingga ratusan juta rupiah, namun menurut Badrul Huda dalam komunikasinya dengan Terlapor melalui Whattshap, mengakui bahwa pemilik akun FB Anri Djavakhadze, sempat meminta tolong untuk dibuatkan Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) melalui jasa kliennya, namun proses pembuatan Kitas tersebut harus terganjal oleh Visa Social milik terlapor yang sudah over stay sehingga pembuatan Kitas tersebut harus menunggu perpanjangan Visa tersebut.

“Terlapor pernah meminta dibuatkan Kitas, namun Visa ijin tinggalnya sudah over stay sehingga secara outomatis, proses pembuatan Kitas harus menunggu perpanjangan Visanya dulu, karena itu syarat utamanya, namun terlapor seakan memutar balikkan fakta bahwa dirinya ditipu oleh klien kami dari pembuatan perpanjangan Visa tinggal”,Terangnya.

Badrul Huda juga menjelaskan bahwa dirinya beberapa hari lalu, mendapat pesan Whattshap dari Terlapor yang mengatakan kami menang dan terlapor kalah, dirinya akan menghapus postingannya yang diduga mengandung unsur hate speech dan fitnah tersebut, tapi dengan catatan terlapor juga memberikan tenggang waktu untuk pihak pelapor membayar dirinya sebagai ganti rugi, karena selama ini dirinya merasa tidak bisa tidur, tidak enak makan, dan berpikir keras sebesar Rp 500 juta.

“Sempat terlapor mengirim pesan kepada kami akan menghapus postingannya yang kami menilai mengandung hate space dan fitnah, dan terlapor juga mengatakan akan memberi waktu kepada kami, untuk membayar kerugian sebesar Rp 500 juta, dalam bentuk uang tunai ataupun deposito, karena selama permasalahan tersebut terlapor merasa tidak enak makan, tidur dan berpikir keras”,Tandas Badrul.

Dari data media sosial, pemilik akun fb dan instragram bernama Anri Djavakhadze pria berkebangsaan Belanda ini bekerja sebagai Mentor Bisnis di negara Indonesia tepatnya dipulau Dewata, dengan menggunakan ijin tinggal Visa Social, jelas, jika mengacu dalam aturan keimigrasian warga negara asing pemilik Visa Social tidak boleh untuk bekerja, karena aktifitas pekerjaan bagi pemilik Visa Social terindikasi melakukan pelanggan keimigrasian UU No 6 2011 tentang Keimigrasian itu sendiri, dan
UU no 13, tahun 2013 , tentang ketanagakerjaan , serta Peraturan Presiden No 20 Tentang Penggunaan tenaga kerja Asing.

Sampai berita ini diterbitkan, pemilik akun medsos bernama Anri Djavakhadze, sepertinya enggan dikonfirmasi oleh wartawan, terbukti sejumlah nomor handphone milik wartawan yang sempat melakukan konfirmasi kepadanya langsung dilakukan pemblokiran, dan sebagian tidak dijawab. (Dewa).

Keterangan foto: Dari kiri M.Badrul Huda SH , Missil Balistiana SH , Gie citrodihardjo , Minarto SH

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

One thought on “Resmi Dipolisikan, Oknum WNA Bekerja Tanpa Ijin, Cemarkan Nama Baik

  • 5 April 2021 pada 5:19 PM
    Permalink

    Ini pelajaran bagi kita semua. Semoga kedepannya Bali tetap dikenal wisatanya.

Komentar ditutup.