Perseteruan Satpam Vs Istri Wakil Kepala Pengadilan Negeri Lumajang

Foto: Saat mediasi di Mapolres Lumajang

BintangEmpat.com, Lumajang – Bermula enggan diperingatkan Satpam saat salah seorang wanita pengunjung pusat perbelanjaan Graha Mulya (GM) Lumajang, yang masuk membawa tas besar marah, karena diminta tasnya untuk tidak dibawa masuk, akibatnya wanita itu melaporkan kejadian tersebut kepada suaminya yang menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Negeri Lumajang, Jawa Timur.

Alhasil, dari pelaporan tersebut H. Teguh Harissa SH, Wakil Ketua PN Lumajang mendatangi pusat perbelanjaan tersebut dengan pengawalan polisi, dan pihak satpam yang berseteru dengan istrinya juga harus menyelesaikan permasalahan yang ada disalah satu ruang mediasi di Mapolres Lumajang.

Keesokan harinya tepatnya hari Jumat (7/5/2021), pihak management Graha Mulya dan oknum Satpam yang dipersoalkan mendatangi kantor PN Lumajang di Jalan Gatot Subroto Lumajang dengan tujuan meminta maaf.

“Keesokan harinya setelah dilakukan mediasi di Polres, kami semua dari pihak management GM mendatangi kantor PN Lumajang guna meminta maaf kepada yang bersangkutan (Teguh Harissa, red) “,Ujar salah seorang pria berinisial ZN pihak management GM Lumajang.

Meskipun permintaan maaf tersebut sudah diterima dan dimaafkan oleh pihak keluarga H. Teguh Harissa. SH., yang diwakili oleh H. Teguh Harissa itu sendiri, namun dengan catatan harus menayangkan permintaan maaf tersebut di salah satu Media Cetak Nasional dengan pembiayaan ditanggung oleh pihak yang meminta maaf.

“Permintaan maaf dari kami diterima, tapi harus ditayangkan dimedia cetak nasional 1/2 halaman dengan pembiayaan dibebankan kepada kami”,Terangnya.

Setelah ZN menanyakan kepada pihak redaksi media cetak nasional, ternyata untuk tayang permintaan maaf 1/2 halaman biayanya berkisar sekitar Rp 20 jutaan.

Sementara itu H. Teguh Harissa SH., selaku wakil ketua PN Lumajang yang hendak dikonfirmasi ternyata tidak mudah untuk menemuinya, sehingga konfirmasi dilakukan melalui Humas PN Lumajang, Dedy Lean Sahusilawane, S.H., sesuai arahan Ketua PN Lumajang Gede Sunarjana, SH. MH,. melalui pesan singkat celulernya. Awalnya Dedy juga enggan memberikan keterangan tersebut karena dirinya menilai permasalahan tersebut ialah permasalahan pribadi bukan permasalahan kedinasan, namun Dedy sempat menjelaskan tentang keikut sertaannya dalam mediasi di Mapolres Lumajang, karena pihaknya mendapatkan informasi bahwa ada pemukulan secara fisik terhadap keluarga dari Wakil Ketua PN Lumajang.

“Sebenarnya itu permasalahan pribadi, tentang ke ikutsertaan saya dalam mediasi di Polres, karena info yang kami terima ada pemukulan, ternyata tidak ada”,Tukasnya. Selasa (18/5/2021)

Disinggung soal permintaan maaf yang diterima namun dengan syarat itu, pihak Dedy belum mengetahui, dan dirinya berjanji akan menanyakan kepada pihak yang bersangkutan.

“Setahu saya sudah selesai, soal syarat permintaan maaf harus ditayangkan dimedia cetak nasional masih akan kami tanyakan apakah itu beneran atau hanya omongan saja”,Pungkasnya. *Tim

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang