Soal Video Kerumunan, Begini Klarifikasi Gubernur Jatim

Caption: Gubernur Jawa Timur santuni anak Yatim dalam ultahnya ke 56.

BintangEmpat.Com – Pesta ulang tahun ke 56 tahun Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga mengundang artis viral di media sosial. Video pesta ulang tahun pejabat Jatim di masa pendemi ini digelar pada Rabu (19/5/2021). Dalam video itu tampak lokasi ulang tahun adalah rumah dinas Khofifah di Kompleks Gedung Negara Grahadi Surabaya, yang juga jadi trending topik di grub WhatsApp (WA).

Pimpinan Redaksi BintangEmpat.Com, Hadi Siswanto yang akrab disapa Ziwa, mencoba menghubungi Gubernur Jawa Timur melalui WA pribadinya. Dengan rendah hati Khofifah Indar Parawansa, memohon maaf sambil memberikan klarifikasi.

Begini klarifikasi Gubernur Jawa Timur yang ditulis via WA:

“Assalamu’alaikum. Wr. Wb.

Saya mohon maaf yang sebesar- besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dg bunyi pesta ulang tahun khofifah ada kerumunan atau serupa.

Penjelasan dibawah ini semoga dapat memberikan info yg terlanjur terdistorsi :

1. Bahwa syukuran tanggal 19 Mei semua persiapan tanpa sepengetahuan apalagi persetujuan saya. Berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak obyektif.

2. Tidak ada lagu ulang tahun…tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer….juga tidak ada potong kue tart ultah.

3. Ada santunan Yatim dan Sholawat Nabi seperti kegiatan lainnya. 10 anak yatim dan 2 orang tim sholawat dg 6 orang rebana. Selesei acara mereka makan terus pulang.

4. Ada penyerahan buku penanganan covid karya Dr. Suko Widodo (UNAIR).

5. Yang hadir Wagub (tanpa istri), saya tanpa putera, sekda dan beberapa OPD semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang.

6. Ada band yang biasa dipakai latihan OPD.

7. Ada Katon Bagaskara karena tanggal 18 sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya pak Sekda.

8. Perihal catering yg katanya nomer satu itu adalah Sono Kembang yang biasa menjadi langganan Grahadi setiap ada tamu.

9. Tempat di halaman luar rumdin kapasitas normal bisa 1000 orang..jika ditambah samping bisa sampai 1500 orang. Tetapi yg hadir 31 org plus 10 anak yatim dan 8 tim sholawat dan rebana.

10. Angle yg diambil terkesan berkerumun saya mohon maaf…tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah…..jauh dari tradisi saya. Posisi berdiri adalah posisi jelang bubaran krn pada dasarnya undangan duduk. Kecuali tim catering dan bagian umum.

11. Lepas dari itu semua saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar- besarnya telah menjadikan suasana terganggu.

Demikian, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan hal tersebut tidak benar sama sekali. ” tulis Khofifah, pada 24 Mei 2021, sambil menunjukan foto-foto acara itu.

Caption: Penyerahan buku penanganan covid-19, karya Dr. Suko Widodo (UNAIR).

 

Tanggapan Pemprov Jatim

Terpisah, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono mengakui video memang adalah rekaman ulang tahun Khofifah.

Ia mengatakan, pesta ulang tahun tersebut digelar secara spontan tanpa direncanakan. Heru menyebut, acara itu digelar spontan oleh para pejabat organisasi perangkat daerah yang merasa sayang pada atasannya.

“Karena Ibu Gubernur juga sering memberi perhatian saat bawahannya berulang tahun. Sumpah demi Allah itu bukan inisiatifnya Bu Gubernur Khofifah,” kata Heru kepada wartawan di kantor Gubernur Jatim, Jumat (21/5/2021).

Menurut Heru, acara tersebut adalah kegiatan internal yang hanya dihadiri 30 pejabat OPD serta beberapa tenaga teknis dan pembantu umum. Oleh karena itu, ia membantah adanya kerumunan dalam pesta tersebut. Heru memperkirakan, acara itu hanya dihadiri sekitar 50 orang dalam gedung Grahadi berkapasitas 2.000 oang.

Selain itu, kata Heru, para pejabat dan tenaga pembantu yang hadir sudah menjalani tes swab sehingga dinila aman dari penyebaran Covid-19.

Tanggapan Koordinator Penindakan Satgas Covid-19

Senada dengan Koordinator Penindakan Satgas Covid-19 Kota Surabaya Eddy Christijanto angkat bicara terkait dugaan kerumunan di pesta ulang tahun Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, seperti yang terekam dalam video viral di media sosial.

Eddy menyebutkan, Pemprov Jatim punya Satgas Covid-19 sendiri. Jadi bukan tidak perlu izin ke satgas Covid-19 Pemkot Surabaya, mungkin sudah koordinasi dengan satgas Covid-19 Pemprov.

“Contohnya, jika ada warga punya hajatan mereka cukup mengajukan izin Asesment ke Kecamatan. Jadi tidak perlu izin lagi ke Satgas Covid-19 Kota. Begitu sebaliknya, jika sudah izin ke Satgas Covid-19 kota, tidak perlu lagi ke Kecamatan. Intinya izin disalah satu saja sudah cukup,” ujarnya, Jumat (21/5/2021).

“Jadi jika ada acara di Grahadi, mungkin sudah koordinasi dengan Satgas Covid-19 Pemprov. Dan itu sudah cukup dan tidak perlu izin lagi ke Satgas Covid-19 Kota Surabaya,” ucapnya.

Disinggung soal perayaan ultah Khofifah Indar Parawansa pada Rabu 19 Mei 2021 malam kemarin, Eddy menjelaskan, kegiatan itu bisa saja sudah izin dan koordinasi ke Satgas Covid-19 Pemprov Jatim.

“Secara aturan jika menggelar hajatan, mereka wajib melakukan Asesment. Jika tidak memenuhi syarat tidak diizinkan, misal tempat terlalu kecil mungkin bisa tidak diberi izin,” ujarnya. *Ziwa.

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang