Rabat Beton Rusak Berdalih Tanah Labil

Keterangan Foto: Kondisi Rabat beton rusak.

Bintangempat.com, Jawa Timur – Dipenghujung masa jabatannya, Paiman setelah menjabat Kepala Desa Sido Mulyo Kecamatan Pronojiwo, 3 (Tiga) Periode, seakan menyisakan nama yang kurang berkenan dimata warga Desa Sido Mulyo, pasalnya proyek fisik rabat beton sepanjang hampir 1 Kilo Meter yang berlokasi di Dusun Sumberurang, Desa Sido Mulyo, Kecamatan Pronojiwo, yang dikerjakan sekitar 5 bulan lalu, sudah banyak yang rusak.

Keterangan foto: Paiman

Menurut salah seorang warga setempat yang melarang identitasnya untuk dimediakan mengatakan, bahwa pembangunan proyek rabat beton disamping rumahnya tersebut dikerjakan beberapa bulan lalu, sudah banyak titik yang ambrol.

“Pengerjaannya sekitar 6-7 bulan lalu, tapi saat ini kondisinya sudah banyak yang rusak”,Ujarnya, Minggu (9/5/2021).

Hal senada juga dilontarkan warga setempat, bahwa diduga proyek yang dikerjakan secara asal-asalan tersebut seakan dijadikan banca’an oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu Paiman Kades Sidomulyo, yang sempat dikonfirmasi didepan Rumahnya, awalnya mengelak tidak ada proyek rabat beton yang dimaksud, namun pada akhirnya mengakui bahwa proyek rabat beton tersebut adalah proyek Padat Karya dari Anggaran DD tahun 2020.

“Itu proyek Padat Karya dari DD tahun anggaran 2020, sebenarnya proyek itu saya tidak ikut-ikut, coba nanti saya cek kelokasi”,Kilah Paiman.

Disinggung berapa anggaran yang digelontorkan untuk pengerjaan proyek tersebut, Paiman dengan tegas mengatakan “Lupa”, meski demikian Ia menjelaskan bahwa proyek tersebut memiliki volume 700 Meter.

“Rabat beton itu sepanjang 700 meter, biasanya kalau ada yang rusak langsung kita perbaiki”,Terangnya.

Sebenarnya penjelasan Paiman bertentangan dengan keterangan warga yang sebelumnya dikonfirmasi lebih awal, bahwa setelah pengerjaan hingga saat ini belum ada perbaikan sama sekali, Lanjut Paiman, dari sejumlah kerusakan yang terjadi dikarenakan lokasi tanah yang labil.

“Kalau rusak dan retak-retak itu dikarenakan kondisi tanahnya yang tidak stabil”,Pungkasnya. (bas).

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang