Mudik Dilarang, Pemkab Lumajang Menggelar ‘Open House’

Ket. Foto : Saat dilokasi Pasar UMKM Ramadhan

 

BintangEmpat.com, Lumajang – Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Surata Edaran agar tidak adanya kegiatan Open House atau Halal bihalal selama dalam rangka Ramadhan dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H tahun 2021 di berlakukan di seluruh Indonesia, pembatasan dan penyekatan arus mudik sebelum hari raya IdulFitri sudah dilakukan guna mencegah penularan atau claster baru covid-19 dari luar daerah agar tidak masuk ke dalam daerah, tentunya Pemkab dalam hal itu harus mendukung dan ditingkatkan kedisiplinana dalam kota, contohnya di pasar-pasar tradisional dan Sarana tempat-tempat keramaian, wisata dan mall-mall, harus diberikan penjagaan khusus, jika dengan adanya penyekatan disetiap perbatasan, namun di dalam kota sendiri tidak ada pembatasan atau penertiban kepada masyarakat berarti kan Lucu.

Terkait adanya edaran Mendagri salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau nama identitasnya di mediaka, bahkan selalu menyuarakan Keadilan Sosial Bagi Rakyat mengatakan,

“Yang jelas harus disesuaikan, intinya adanya edaran itu tidak boleh ada kerumunan masa untuk mencegah penularan claster baru covid 19 agar tidak ada lonjakan, namun sangat disayangkan di Kabupaten Lumajang kegiatan Pasar Ramadhan (UMKM) yang diadakan oleh Pemkab Lumajang, yang bertepatan di tempat parkir Gajah Mada (GM) Labruk meskipun tujuannya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat itu tetap saja mengundang dan mengajak masyarakat untuk datang, tentunya akan menjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat lumajang, apakah memang diciptakan suatu lonjakan gelombang kedua terkait penyebaran covid-19 setelah lebaran, yang kemudian juga akan berakibat buruk perjalanan, seperti anak sekolah yang nantinya tidak boleh belajar bertatap muka, karena adanya penyebaran claster baru Covid-19 dan lain sebagainya, dan tentunya akan menggunakan anggaran anggaran yang lebih banyak lagi untuk pencegahan penularan claster baru covid-19.”Ujarnya melalui telpon genggamnya (07/05/21)

Baca juga : Larangan Mudik, Truck Pasir Tetap Beroprasi, Kecuali ODOL

Tak hanya itu saja bahkan dari kalangan Sosmed juga jadi perbincangan yang hangat, Seperti cuitan akun facebook Cha Yhun’z yang merasa dimanfaatin saja, kenapa mudik dilarang namun pemerintah mengadakan pasar khusus, yang pastinya banyak orang berkerumun, menurutnya “pemerintah itu buka kerja untuk rakyat, tapi bekerja untuk perut sendiri”

Bahkan komentar dan kritik juga datang dari pemilik akun facebook Abae Hisyam
“Kalau masih ada pemasukan ke Bupati tidak akan pernah di tutup, tapi sebaliknya kalau bupati tidak dapat jatah ya pasti ditutup”.

Dari pantauan media ini saat dilokasi Pasar digelar, memang sangat mengkawatirkan akan terjadinya lonjakan baru claster baru Covid-19, pasalnya pedagang dan pembeli saat melakukan transaksi masih banyak yang melanggar aturan prokes bahkan banyak anak kecil yang bermain tanpa menggunakan masker, dihari pertama dipintu masuk sudah terlepas dari pantauan petugas keamanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Bayu Wibowo Ignasius saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, terkait adanya pagelaran Pasar Ramadhan (UMKM) di Labruk, karena wabah Covid-19 menyangkut kesehatan warga masyarakat Lumajang, apakah dari Dinkes sendiri tidak ada larangan jika ditemukan kegiatan yang masih banyak orang dewasa atau pun anak-anak yang melanggar prokes,

“Emmmmm, kalau itu saya tidak bisa menjawab mas, kalau itu sampean tanya ke satgas penegakan disiplin saja mas, saya disatgas hanya selaku penanganan bidang kesehatan saja mas,” katanya.

Baca juga : Dugaan Pemalsuan Data Bantuan Langsung Tunai Di Lumajang

Disinggung dengan adanya kegiatan tersebut apa harapan dan solusinya, jika ada perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara dan penanggung jawab tempat dan fasilatas yang masih melanggar Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Claster baru Covid-19,

“Susuai Perbup No. 54 tahun 2020, ya harus diberikan sanksi andministrasi hingga pembubaran atau pemberhentian oprasional”, ujarnya

Sedangkan Agus Triono selaku Sekretaris Daerah Lumajang saag dikonfimasi mengenai adanya pasar ramadhan atau UMKM apakah tidak akan terjadi lonjakan claster baru penyebaran covid-19, dan apa Urgensi hingga diadakan pasar UMKM?

“Insyaallah tetap dilaksanakan prokes, dengan digelarnya pasar UMKN Mungkin bisa memberi kesempatan kepada mereka agar ekonomi berputar,” katanya

Sementara sampai berita ini diterbitkan selaku orang nomor satu dalam hal ini Bupati Lumajang Thoriqul Haq, saat hendak dikonfirmasi sambungan teleponya, tidak tersambung, karena Bupati tidak bisa dihubungi, media ini sempat menghubungi Diskominfo Mustaqim, namun pihaknua menyuruh tanya kepada pelaksana.

“Sampean tanya langsung kepada pelaksananya”, Pungkasnya (8/5/21)

Disinggung siapa pelaksananya Pasar Ramadahan Mustaqim Bungkam.

*Bi

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang