Modal ‘Kerja Bhakti’ Tanggul Rp 4 M, Bakal Dilaporkan KPK

Caption: Proyek Tanggul Darurat

BintangEmpat.com, Lumajang – Bencana banjir lahar dingin gunung semeru yang terkadang datang tanpa undangan, menjadikan pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, membangun tangkis darurat di sejumlah titik sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) didusun Kebondeli Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dugaan Pungli Di Samsat Pasuruan Kota

 

Pembuatan tanggul darurat tersebut terletak di kiri kali rejali yang dikerjakan oleh salah satu CV rekanan kontruksi “Warga Keturunan”. Dilihat dari rancangan anggaran biaya (RAB) pembuatan tanggul darurat yang dikerjakan oleh CV Guna Karya, BPBD Lumajang harus menguras uang APBD 2021 Provinsi Jawa Timur senilai 4.026.200.200,00,- (empat milyar dua puluh enam juta dua ratus ribu dua ratus rupiah), dengan kurun waktu terhitung 45 hari pengerjaan, malah terkesan hanya akan dijadikan sebagai jembatan meraup keuntungan golongan saja, pasalnya untuk pengumpulan bahan materialnya hanya bermodalkan ‘Kerja Bhakti’ masyarakat penambang galian disepanjang DAS.

Hal tersebut disampaikan, salah seorang warga setempat yang nama dan identitasnya tidak mau disebutkan, saat dikonfirmasi mengatakan bawasannya para penambang yang berada disekitar pembangunan proyek, disuruh kerja bhakti untuk mengumpulkan batuan, agar dikumpulkan dipinggiran tanggul.

“Iya dulu, penambang yang tidak jauh dari tanggul, semua dikumpulkan karena ada intruksi dari pemerintah untuk kerja bhakti mengumpulkan batuan, alasannya untuk menanggulangi sementara tanggul yang jebol, setelah batuan terkumpul semua, gak tahunya dibuat proyek tanggul darurat”,Ujarnya.

Warga juga menjelaskan, untuk membelah batu warga yang biasanya bekerja memecah batu mendapatkan upah.

“Warga yang memecah batu belah dan mengangkut kelokasi tanggul diupahi Rp 150.000,” katanya.

Pigai: Jangan Samakan Pejabat di Wilayah Konflik dan Daerah Lain

Joko Sambang, Kabid kedaruratan rehabilitasi dan rekontruksi BPBD Kabupaten Lumajang, Senin (5/7/2021), saat dikonfirmasi melalui pesan Whattshap, nampaknya enggan memberikan komentar lebih jauh.

“Saya hanya mengusulkan saja, silahkan konfirmasi ke Pak Indra selaku kepala pelaksana,” kilahnya.

Sedangkan Indra W Laksana, S. Sos. MM., Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, hingga berita ini ditayangkan, saat dikonfirmasi melalui telephone genggamnya belum memberikan staegmen terkait permasalahan tersebut.

Sementara itu Arif Kuntet Dirut CV Guna Karya yang disebut-sebut sebagai rekanan pelaksana pengerjaan proyek tanggul darurat tersebut, saat dikonfirmasi melalui via celulernya mengakui bahwa memang benar pihaknya yang mengerjakan proyek yang Volumenya 4000,00m³ dengan menelan biaya senilai 4.026.200.200,00,-.

“Iya, proyek senilai 4.026.200.200,00 dengan Volume 4000m³ saya yang mengerjakan,” Akunya Dirut CV Guna Karya

Menurut estimasi sesuai pekerjaan Batu Gonjong sangat tidak mungkin satu m³ mencapai 1.000,000,00,- (satu juta rupiah) sedangkan pengumpulan batuannya hanya memanfaatkan tenaga masyarakat penambang disekitar tanggul dengan kerja bakti.

WABAH ADALAH MUSIBAH, PERLU DISIKAPI DENGAN MUHASABAH

Dari sudut pandang berbeda, salah satu LSM di kabupaten Lumajang, yang diam-diam juga melakukan pemantauan terhadap sejumlah proyek yang berada di kabupaten Lumajang, menilai pembangunan proyek tanggul darurat DAS Kali Rejali Dusun Kebondeli Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, sangat tidak logika.

“Proyek itu tidak masuk akal, anggaran Milyaran Rupiah, dengan batas pengerjaan 45 hari”,Ujar pria yang untuk sementara menyembunyikan identitas dan lembaganya.

Ia juga menduga, dalam pengerjaannya sudah tidak sesuai petunjuk pelaksana dan petunjuk teknisi, karena saat bertandang kelokasi proyek, Volume proyek batu gonjong tanggul darurat tersebut tidak sesuai dengan anggaran yang dianggarkan.

“Volume dengan anggarannya sangatlah timpang, lebih besar anggarannya, kita masih menyiapkan materi dan mengumpulkan bukti-bukti dilapangan, dan melalui lembaga kami nantinya akan melaporkan ke KPK, maaf mas, tolong jangan sebut nama dan lembanga kami dulu, nanti kalau sudah data sudah valid, kami akan melakukan Press Release dengan teman-teman Wartawan”, pungkasnya. *(Wan).

Pantau Penyekatan PPKM Dari Udara

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang