Abaikan UU No 14 Tahun 2008, Lembaga BPAN BASUS D88 Akan Bersurat

 

BintangEmpat.Com, Lumajang – Proyek pengerjaan pembangunan Gorong-Gorong/Drainase di daerah selokambang yang berada dia Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti tidak ingin masyarakat ada yang ikut dalam pengawasan, seakan-akan hanya dijadikan topeng meraup keuntungan guna menguras uang negara saja, pasalnya, proyek tersebut tidak terpasang papan nama proyek, tentunya sulit bagi masyarakat untuk mengetahui dari mana proyek pembangunan berasal, berapa biaya anggaran yang dikeluarkan, berapa volume dan waktu masa pengerjaanya, bahkan dalam pekerjaan tidak ada molen dan bak ukur,

Hal tersebut juga dikatakan salah seorang warga sekitar lolakasi proyek yang nama dan identitas enggan di mediakan, dirinya juga tidak tahu pembangunan dari dinas apa, karena tak ada papan nama proyek, terkesan seperti proyek “Siluman”, apalagi pengerjaannya tidak ada molen, bak ukur, campuran semennya sedikit bahkan galian pondasinya tidak pada umumnya.

“Lihat saja itu mas, masak galian pondasinya saja tidak pada umumnya, pengerjaannya terkesan asal-asalan, tentunya tanpa ada papan nama proyek, yang jelas pekerjaan itu tidak ingin ada masyarakat tahu berapa biaya anggarannya terkesan ada yang ditutup tutupi”,Jelasnya, Selasa,(09/08/21)

Diduga Edarkan BBM Oplosan, Pengepul Mengelak Bukan Usaha Miliknya

Diketahui dari salah satu dari pekerja proyek tersebut, mengatakan bahwa pelaksananya Arifin yang tak lain masih orang Karang Karang Bendo ini pekerjaan dari PU,

“Proyek ini dari PU, pelaksananya Arifin orang Karang Bendo”, Rabu, (10/08/21)

Dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, selaku pelaksana proyek di Daerah Aliran Sungai (DAS) di kawasan Selokambang di akui oleh Arifin bahwa memang dirinya yang mengerjakan, ini proyek pengadaan dari Dinas Pekerjaan Umun Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lumajang, terkait anggarannya masih belum pasti, karena volume pekerjaan dihitung, setelah pekerjaan selesai, sampean langsung tanya ke Kabid Joko Hari saja tidak apa.

“Iya, saya memang pelaksananya, dan itu proyek pengadaan dari PU SDA, untuk anggaran pembangunan tersebut sesuai volume pekerjaan, baru tahu berapa biayanya setelah selesai pekerjaan, langsung tanya ke Kabidnya saja ke Joko Hari”, Ujarnya (13/08/21)

Saat ditanya, bukankah pembangunan proyek yang sumber anggarannya dari APBN ataupun APBD harus ada papan nama proyek terpasang agar terlihat transparan,

“Kalau papan nama proyek tidak ada, karena itu proyek pengadaan swakelolah bukan lelang”, Jawab Arifin

Sedangkan Kabid PU Pengairan Joka Hari saat dikonfirmasi diruang kerjanya mengakui proyek di daerah selokambang itu dari Dinas PU SDA, untuk anggaran masih belum pasti karena volume semua pekerjaan tidak sama,

“Benar, itu pekerjaan dari PU SDA, untuk masalah anggaran tidak pasti, karena disetiap pekerjaan volumenya tidak sama,” Tuturnya, Senim (16/08/21)

Disinggung, kenapa tidak ada papan nama proyek terpasang, belum selesai dikonfirmasi karena berdalih ada rapat, dengan singkat Joko Hari mengatakan,

“Kalau proyek swakelolah tidak di haruskan ada papan nama proyek, karena pekerjaannya selalu berpindah-pindah”,Pungkasnya Kabid SDA

Menyikapi hal tersebut pria asli kelahiran kota pisang Saiful Syah yang bergerak di Lembaga BPAN (Badan Peneliti Aset Negara) BASUS D88 Kabupaten Lumajang ikut angkat bicara, bila mana memang benar tidak ada papan nama Proyek yang terpasang, tentunya pekerjaan tersebut diduga kuat melanggar UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), pekerjaan yang sifatnya bersumber dari anggaran APBN ataupun APBD harus transparan, dan tidak ada yang ditutupi,

Lumajang Heboh, Kakak Ipar Hamili Anak SMA

“Jika memang benar dalam pekerjaan proyek tidak terpasang papan nama proyek, tentunya dinas terkait melanggar dan mengabaikan UU No 14 Tahun 2008 keterbukaan informasi Publik(KIP), pembangunan proyek yang sumber anggarannya dari APBN ataupun APBD seharusnya transparan”,Beber Saiful Syah BPAN BASUS D88 Lumajang

Lebih jauh, Saiful Syah, sudah berkoordinasi dengan anggota untuk melakukan investigasi kelapangan, monitoring terkait pekerjaan tersebut, bahkan pihaknya sudah berkordinasi dengan Pimpinan Pusat BPAN BASUS D88, dan Biro-Biro Hukum,

“Kami sudah berkoordinasi dengan anggota maupun Pimpinan Pusat BPAN BASUS D88 juga dengan Biro-Biro Hukum, saat ini kami masih terus mengumpulkan bukti-bukti penunjang, sesegera mungkin kami akan bersurat ke dinas terkait,”Pungkasnya

*Bi

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang