Polemik Kawasan Bumi Perkemahan Glagah Arum

Caption: Kawasan Bumi Perkemahan Glagah Arum

BintangEmpat.com – Konsep pembangunan Bumi perkemahan Glagah Arum yang berada di Desa Kandang Tepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang pengelolaannya dilakukan oleh Pramuka Kwartir cabang Lumajang, sejatinya harus sejalan dengan UU Pramuka No 20 Th 2010, dimana Undang-Undang ini menegaskan bahwa Pancasila merupakan asas gerakan pramuka, yang fungsinya sebagai wadah untuk mencapai tujuan pramuka melalui kegiatan kepramukaan yaitu, pendidikan dan pelatihan, pengembangan, pengabdian masyarakat.

Lumajang Heboh, Kakak Ipar Hamili Anak SMA

Namun yang dilakukan Pramuka Kwarcab Lumajang terhadap kawasan hutan produksi wilayah RPH Glagah Arum, BKPH Senduro, KPH Probolinggo, yang mengalih fungsikan kawasan hutan menjadi kawasan Bumi Perkemahan terkesan tak sejalan dengan Visi Misi kepramukaan itu sendiri, pasalnya dalam kawasan tersebut banyak terlihat bangunan permanen yang disinyalir menggunakan uang negara, selain itu kawasan Hutan produksi yang selama ini menjadi mata pencarian masyarakat sekitar dengan bersandar hasil panen pemanfaatan lahan garap dibawah pohon tegakan selama berpuluh-puluh tahun dan secara turun temurun, kimi harus kandas dan tergeser secara sepihak, bahkan warga penggarap juga tidak disisakan lahan pesanggem tempat untuk usaha di lokasi Bumi Perkemahan Glagah Arum (BUPER).

“Kami sejak turun temurun selalu diajarkan untuk bisa menjaga hutan tetap lestari, boleh memanfaatkan kawasan hutan, tapi tidak boleh merusak hutan”, Ujar salah seorang warga sekitar. Rabu,(04/08/21)

Masih menurutnya, warga yang selama ini menggantungkan hidup dari pemanfaatan kawasan hutan produksi tersebut, warga sempat mempertanyakan kepada Suryadi selaku Kepala Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro, prihal nasib mereka yang merasa terbunuh secara ekonomi, karena lahan garapnya tidak lagi bisa digarap, namun warga tersebut seakan dibenturkan “kekuasaan” .

“Pak Inggi (Kades) bilang ini buat orang dalam saja , jadi jangan berharap mendapatkan kios disini “, Katanya menirukan ucapan Suryadi .

Sedangkan Kades Kandang Tepus Kecamatan Senduro, Suryadi saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya seakan-akan enggan memberikan penjelasan, namun dirinya hanya melempar tanggung jawab dengan menyuruh para awak media yang mengkonfirmasinya untuk menanyakan permasalahan tersebut kepada Ketua Kwarcab Pramuka Lumajang, yang tak lain adalah Hj Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang.

Sebelum mengahiri telepon genggamnya suryadi sempat berpesan, dengan logat jawanya mengatakan, “Ojok aku sing komentar mas, wedi lopot kabeh”, (22/7/21)

Sementara sampai berita ini diturunkan, Wabup Lumajang Indah Amperawati yang disebut-sebut sebagai dalang dari pokok permasalahan, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsaapnya terkait masalah ganti rugi lahan namun memilih tidak menjawab, padahal sebelumnya sangat kooperatif menjawab pertanyaan wartawan media ini mengingat dirinya sebagai Publik figur.

Bersambung…
*Wi

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang