Proyek Pelebaran Jalan Nasional Lumajang-Probolinggo Terancam ‘Molor’, Belum Terbayar Sub Kon Mogok Kerja

Pelaksana PT. Feva

BintangEmpat.com, Jatim – Proyek pelebaran jalan menambah lajur Lumajang- Grobogan-Probolinggo , yang Berlokasi KM 131+350 KM 137+400 , dengan menggunakan anggaran APBN Anggaran Tahun 2020 – 2021 Senilai Rp 45.269.000.000 (Empat puluh lima milyar dua ratus enam puluh sembilan juta , rupiah ) pasalnya bakal menuai permasalahan, baik soal batas waktu penyelesaian pengerjaan, maupun permasalahan dengan masyarakat disepanjang proyek jalan nasional tersebut.

Abuyari (50) yang mengaku sebagai pelaksana PT. FEVA menegaskan bahwa proyek pelebaran Jalan Nasional tersebut, diyakini tidak akan selesai tepat waktu, (27/8/2021) mendatang, kendati demikian, Abuyari beralasan bahwa kategori proyek tersebut disebabkan padatnya Lalu Lintas kendaraan yang meningkat, disamping itu kondisi PPKM juga ada pembatasan dalam pengerjaan proyek yang menelan anggaran negara puluhan milyar tersebut.

Pembangunan Gedung TK Muslimat NU Purworejo, Dibangun Kembali Setelah Konflik Penggunaan Anggaran DD

“Tanggal 27 Agustus nanti proyek ini belum selesai, yang menjadi kendala bencana alam, arus kendaraan yang meningkat, dan selama PPKM dari Satlantas kita tidak diijinkan lembur”, sanggahnya. Senin (23/8/21).

Pernyataan berbeda disampaikan oleh salah satu perusahaan yang melakukan subkon atas proyek dari PT. FEVA, yang melarang namanya dimediakan, menjelaskan bahwa empat puluh lima hari setelah opname baru dibayar, dan itu dianggapnya sebagai penghambat molornya pekerjaan tersebut.

“Sebenarnya keterlambatan pengerjaan proyek jalan nasional PT. FEVA tersebut dikarenakan pembayarannya kepada perusahaan sub kon agak lambat, empat puluh lima hari kerja setelah opname baru dibayar padahal biasanya dua puluh satu hari kerja setelah opname dibayar, ini yang menjadi pokok permasalahan , sehingga banyak rekanan sub kon yang mogok kerja”, terangnya. (25/8/21)

 Diduga Edarkan BBM Oplosan, Pengepul Mengelak Bukan Usaha Miliknya

Sedangkan menurut salah satu warga Desa Kedungjajang Kecamatan Kedung Jajang, selama pengerjaan paket proyek pelebaran Jalan Nasional oleh PT FEVA, untuk masyarakat yang akses jalannya terputus karena pengerjaan gorong-gorong, jika ingin dipercepat untuk dibuatkan penutup harus ada pembayaran.

Tentu saja hal tersebut dibantah oleh Abuyari, namun untuk penutup gorong-gorong selama proyek berjalan, tidak dilarang jika masyarakat membuat sendiri.

“Semisal yang dipabrik, ia membuat sediri penutup gorong-gorongnya, ya kami persilahkan”,Pungkas Abuyari.(25/8/21)

 

*wan

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

2 komentar pada “Proyek Pelebaran Jalan Nasional Lumajang-Probolinggo Terancam ‘Molor’, Belum Terbayar Sub Kon Mogok Kerja

Komentar ditutup.