LITERASI DIGITAL KABUPATEN LABUHAN BATU – PROVINSI SUMATERA UTARA

LITERASI DIGITAL
KABUPATEN LABUHAN BATU – PROVINSI SUMATERA UTARA

Sabtu, 23 Oktober 2021, Jam 09.00 WIB
Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.
Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi, yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.
Webinar membahas tentang LITERASI DIGITAL BEKAL MELAWAN KEJAHATAN RADIKAL oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang musisi yang akan ikut berpartisipasi.
Di era digital yang sudah canggih saat ini, penyebaran informasi menjadi sangat cepat sampai pada masyarakat, tetapi salah satu hal negatif yang paling krusial adalah mudahnya pengguna internet terpapar oleh paham-paham radikalisme yang tersebebar di dunia digital. Menurut Samuel Marpaung, sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Panai Hilir, menjelaskan bahwa radikalisasi pada dasarnya istilah untuk menggambarkan adanya proses seseorang melakukan transformasi pemikiran dan pemahaman atas kondisi normal masyarakat menuju kondisi yang tidak normal, yaitu pembolehan melakukan tindakan kekerasan. Terdapat adanya faktor penyebab terjadi radikalisme seperti pemikiran, ekonomi, politik, sosial, psikologis, dan pendidikan. Adanya faktor menimbulkan dampak buruk kejahatan radikalisme yakni buta akan kenyataan karena sangat keras kepala, menggunakan kekerasan, menganggap semua pihak yang tidak setuju denganya, dan tidak mengharagai Hak Asasi Manusia (HAM). Radikalisme bukan persoalan siapa pelaku, kelompok dan jaringan, namun lebih dari pemahan atau tindakan yang memiliki akar keyakinan, dokterin dan ideologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat.
Maka dari itu, perlu adanya tindakan bentuk pencegahan agar tidak terjadi radikalisme seperti berpikir sebelum mengunggah atau mengupload di media sosial, beperilaku baik sebagaimana bertemu tatap muka, hargai perbedaan, dan lakukan aksi positif. Potensi ancaman radikalisme dan terorisme dapat muncul sewaktu-waktu maka perlu diambil langkah-langkah preventif oleh seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakat. Perlu diingat ketika menggunakan media sosial yang sudah jelas dengan berhati-hati. Jangan mudah terpancing dan mengikuti organisasi yang tidak jelas apalagi berbau kejahatan seperti radikal.

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang