LITERASI DIGITAL KABUPATEN LABUHAN BATU SELATAN – PROVINSI SUMATERA UTARA

Senin, 25 Oktober 2021, Jam 09.00 WIB
Bapak Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi, yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.
Webinar membahas tentang MEDIA SOSIAL SEBAGAI WADAH DEMOKRASI oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang influencer yang akan ikut berpartisipasi.
Ruang digital salah satunya media sosial kini menjadi tempat sarana untuk melatih demokrasi.

Menurut Rahmad Hidayat, sebagai Aktifis dan Praktisi Bisnis, menjelaskan bahwa media sosial untuk bersosialisasi secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi hal itu dibarengi sebagai wadah demokrasi yang diekspresikan secara bebas. Pemanfaatan media sosial di era digital saat ini seperti sumber informasi, sarana komunikasi, membentuk presepsi, branding, promosi, media berkolaborasi, media hiburan, dan riset. Selain itu, terdapat empat elemen kunci demokratis di media sosial menurut sistem pemerintahan di antaranya pemilu yang bebas dan adil, partisipasi aktif warga negara dalam hal politik dan ruang publik, perlindungan terhadap hak asasi manusia, dan hukum sebagai panglima. Beberapa fakta menarik terkait penggunaan media sosial untuk demokrasi yang pertama, media sosial menyediakan ruang komunikasi untuk interaksi dan informasi. Kedua, dengan adanya media sosial semakin banyak alternatif saluran partai politik. Ketiga, penyampaian ide dan aspirasi terkait revisi Undang-Undang di Indonesia pada media sosial.
Ditambah pembahasan di atas terdapat sikap toleransi di media sosial yang mampu membentuk sikap untuk menerima perbedaan, mengubah penyeragaman menjadi keragaman, mengakui hak orang lain, menghargai eksistensi orang lain, dan mendukung secara antusias terhadap perbedaan budaya. Media sosial juga berperan penting dalam kehidupan demokrasi. Begitu kuatnya pengaruh media sosial dalam mengatur ritme opini publik membuat daya tarik media sosial bagi kelompok kepentingan semakin kuat. Selain itu, media sosial sebagai jembatan untuk menyerap aspirasi publik di samping juga menjadi media sosialisasi program atau kebijakan yang telah dilakukannya.

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang