LITERASI DIGITAL KABUPATEN PADANG SIDEMPUAN PROVINSI SUMATERA UTARA

Selasa, 21 September 2021, Jam 09.00 WIB, Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital.

Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi, yang memberikan sambutan pembuka dan dukungan penuh untuk Literasi Digital Kominfo 2021.

Webinar membahas tentang BIJAK BERMEDIA DIGITAL oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session. Bijak dalam bermedia kini masih memiliki peran di masyarakat dalam jejak digital, dunia maya, dan bijak dikolom komentar.

Menurut Ana Mariani, sebagai Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Merdeka Malang, menjelaskan jejak digital merupakan kumpulan jejak dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digital. Jejak digital dapat tersedia baik bagi data digital yang disimpan di komputer (tanpa terhubung internet) maupun yang disimpan secara online (terhubung ke internet). Jejak digital ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bom bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang menargetkan pemilik jejak digital. Terlebih lagi apabila pemilik jejak digital mempunyai jejak yang buruk dan bisa merugikan dirinya sendiri. Maka dari itu kita sebagai pengguna internet perlu yang namanya sikap toleransi, suatu perilaku atau sikap manusia yang tidak menyimpang dari aturan, dimana seseorang menghormati atau menghargai setiap tindakan yang dilakukan orang lain.

Sementara itu sebagai pengguna internet perlu mengenal yang namanya cybercrime, aktivitas kejahatan dengan menggunakan komputer atau jaringan komputer yang dilakukan di dunia maya. Adapun cara mengatasinya dengan jangan membalas seorang pengganggu, hindari konten posting yang aneh, tidak asal celoteh di sosial media, dan pilih-pilih teman di sosial media. Selain itu dalam bermedia digital perlu digunakan sebagai sarana demokrasi dan toleransi yang positif antara lain waspada dengan hoaks atau isu SARA, jangan sembarangan membagikan postingan, dan bagikan berita positif. (*)

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang