LITERASI DIGITAL KABUPATEN SIMALUNGUN – PROVINSI SUMATERA UTARA

Rabu, 29 September 2021, Jam 13.00 WIB,
Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.
Webinar membahas tentang KEBEBASAN BEREKSPRESI DI DUNIA DIGITAL oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.
Kebebasan merupakan kata dasar dari bebas yang berarti tidak terhalang, terganggu sehingga dapat bergerak, berbicara, dan berbuat dengan leluasa. Ekspresi adalah pengungkapan atau suatu proses dalam mengutarakan maksud, perasaan, gagasan dan sebagainya. Semua pemikiran dan gagasan yang ada dalam pikiran seseorang sebaiknya diekspresikan dalam bentuk nyata sehingga bisa dirasakan manfaatnya . Dengan kata lain ekspresi adalah hasil manifestasi dari emosi. Jenis berekspresi di media sosial adalah chatting, mencari berbagai informasi, dakwah, bisnis, forum diskusi, dan membuat berbagai konten. Hak atas kebebasan berekspresi yaitu kebebasan untuk menyampaikan pendapat, pandangan atau gagasan tanpa ada intervensi, hak untuk mencari, menerima dan menyampaikan informasi melalui media apapun tanpa memandang batas-batas wilayah, secara lisan, tulisan, melalui seni atau budaya atau media lain yang dipilihnya.

Dalam era transformasi digital kegiatan manusia dari berbagai aspek kehidupan beralih ke platform digital yang meliputi sektor ekonomi, bisnis, keuangan, pendidikan, layanan publik termasuk lembaga Pemerintah. Manusia saling terkoneksi dan terintegrasi tanpa batas ruang dan waktu. Selain memberikan banyak manfaat, transformasi digital juga beresiko memunculkan bahaya yang mengancam setiap orang saat mengakses internet, menurut Meli Supiyati sebagai Station Manager Ganie Radio Simalungun.

Menurut Juli Antasari Sinaga, S.Pd., M.Pd sebagai Sekretaris Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen Medan, peluang dari pembelajaran online antara lain, berkembangnya pendidikan berbasis teknologi, munculnya kreativitas di dunia Pendidikan, terjadinya hubungan baik dalam peningkatan Pendidikan, membangun mental positif, pendidik dan peserta didik dipaksa untuk peka terhadap perubahan.

Key Opinion Leader oleh Sevira Elda sebagai Content Creator menambahkan selain itu kebebasan berekspresi perlu diperhatikan juga etika dalam bersosial media. Karena dalam bersosial media, etika sama pentingnya agar tidak membuat kegaduhan di sosial media. (*)

 

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang