LITERASI DIGITAL KABUPATEN TOBA – PROVINSI SUMATERA UTARA

Sabtu, 25 September 2021, Jam 13.00 WIB,
Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.

Sebagai Keynote Speaker Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.
Webinar membahas tentang LINDUNGI DIRI DI DUNIA DIGITAL oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.

Hal yang perlu diingat sebelum mengunggah antara lain, keberadaan orang lain, privasi orang lain, berempati kepada orang lain, perlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan. Sebisa mungkin mengunggah konten-konten, seperti kegiatan inspiratif, berita atau pengetahuan yang telah teruji kebenarannya, motivasi, dan olshop. Tidak boleh mengunggah data pribadi, kegiatan pribadi, keluhan atau uneg-uneg, barang pribadi yang mahal, dan geolocation atau check in. Terlebih lagi hindari mengunggah saat kondisi kita sedang labil. Karena jika itu terjadi dapat membahayakan diri kita sendiri sebagai pengguna sosial media. Jejak digital akan tetap ada dan tidak benar-benar hilang walaupun sudah dihapus. Jejak digital ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja. Bom bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang menargetkan pemilik jejak digital. Terlebih lagi apabila pemilik jejak digital mempunyai jejak yang buruk dan bisa merugikan dirinya sendiri. Selain itu, jejak digital yang kita miliki dapat disalahgunakan oleh seseorang untuk kepentingan mereka.

Ari Utami sebagai Announcer Radio Andika Kediri Bisnis Onlinein3 mengatakan, hati-hatilah terhadap bahaya penggunaan wifi publik dalam transaksi digital. Dengan alasan data milik kita dapat terkena pencurian, karena pengguna internet mentransfer begitu banyak informasi penting. Waspada terhadap pengintai, hampir serupa dengan hacker, dan snooper bisa leluasa mengintip browser atau laman internet yang sedang kita kunjungi. Selain itu, untuk melindungi diri kita dari dunia digital kita harus paham etika digital. Etika digital adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola perilaku berinternet dalam kehidupan sehari-hari.

Key Opinion Leader oleh Tya Yustia sebagai Content Creator dan TV Presenter menambahkan, masih banyak penggunaan media digital belum optimal. Jangan sembarangan memposting di sosial media, berpikir dulu sebelum posting, gunakan internet untuk tujuan yang positif yang, dan harus jaga diri di dunia digital, agar kita tidak terkena hal negatif di dunia digital. (*)

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang