LITERASI DIGITAL KABUPATEN DELI SERDANG – PROVINSI SUMATERA UTARA

LITERASI DIGITAL
KABUPATEN DELI SERDANG – PROVINSI SUMATERA UTARA

Selasa, 16 November 2021, Jam 13.00 WIB
Presiden Republik Indonesia memberikan arahan tentang pentingnya Sumber Daya Manusia yang memiliki talenta digital. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL.
Sebagai Keynote Speaker Gubernur Provinsi Sumatera Utara yaitu, H. Edy Rahmayadi dan Bp. Presiden RI Bapak Jokowi memberikan sambutan pula dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.
Webinar membahas tentang MEMAHAMI PENTINGNYA DATA PRIBADI oleh para narsum yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.
Aturan Perlindungan Data Pribadi dituangkan dalam Permen Kominfo No.20 Tahun 2016, dan di undangkan dan berlaku sejak 1 Desember 2016. Setiap penyelenggara system elektronik harus menyusun aturan internal perlindungan data pribadi sebagai bentuk tindakan pencegahan untuk menghindari terjadinya kegagalan dalam pengelolaan data pribadi yang dikelolanya sesuai aturan perundang-undangan. Data pribadi yang disimpan dalam system elektronik harus data pribadi yang sudah terverifikasi keakuratannya dan terenkripsi (terkunci by system dan diacak sehingga tidak bias dibaca orang lain). Pemilik data pribadi berhak atas kerahasiaan miliknya, berhak mengajukan pengaduan dalam rangka penyelesaian sengketa data pribadi, dan berhak meminta pemusnahan data miliknya ke dalam system elektronik, menurut Dr, Edi Prihantoro, M.I.Kom., MMSI sebagai Ketua Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma.
Hoax adalah informasi bohong yang bertujuan untuk membentuk opini yang salah, menipu, menghasut, menyakiti, dan bersifat provokasi. Selain itu, hal yang paling berbahaya pada hoax adalah ia dapat memecah belah dan menimbulkan keresahan bagi yang membaca ataupun yang mendengarnya. Ciri berita hoax antara lain, judul dan isi berita tidak sesuai dengan kebenaran yang ada di lapangan, bersifat menyerang, tidak netral, dan berat sebelah, menurut Raka Gunaika, S.S., M.A sebagai Kritikus Sastra dan Budaya. Literasi digital merupakan kemampuan individu dalam membaca, menguraikan, membiasakan, memeriksa, dan membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, menurut Aisyatur Radhwa Marpaung, S.Pd. Key Opinion Leader oleh Dio Hapsari sebagai Influencer menambahkan, sebagai pengguna sosial media kita harus tepat dan bijak. Jangan mengunggah konten atau apapun yang berhubungan langsung dengan data pribadi kita. Hal ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan data pribadi oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang