LITERASI DIGITAL KABUPATEN SIMALUNGUN – PROVINSI SUMATERA UTARA

LITERASI DIGITAL
KABUPATEN SIMALUNGUN – PROVINSI SUMATERA UTARA

Kamis, 18 November 2021, Jam 13.00 WIB
Dalam mencapai target 50 juta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan Literasi di bidang Digital hingga 2024 oleh Presiden Jokowi, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL merupakan 4 (empat) pilar yang diberikan dalam kegiatan webinar Literasi Digital 2021.
H. Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Provinsi Sumatera Utara menjadi keynote speaker dalam webinar dengan tema besar LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN WAWASAN KEBANGSAAN yang dipaparkan oleh para nara sumber Nasional dan Lokal yang mempunyai kompetensi di bidangnya serta seorang Key Opinion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.
Dalam literasi, digital memiliki peran yang cukup strategis dalam meningkatkan wawasan kebangsaan. Ada beberapa manfaat literasi digital seperti mencari dan memahami informasi terkini, meningkatkan kemapuan individu, memperluas dan mempermudah proses komunikasi, serta berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dalam wawasan kebangsaan. Meski begitu terdapat dampak negatif yang diterima oleh pengguna internet. Untuk mengatasi dampak negatif literasi digital sangat diperlukan etika dan budaya dalam penggunaannya, karena literasi digital menyediakan berbagai macam informasi dan pengetahuan yang bermanfaat. Dra. Zulaikha MSi sebagai Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dr. Soetomo memaparkan, penggunaan layanan internet atau software dengan akses internet untuk menipu atau mengambil keuntungan dari korban, misalnya dengan mencuri informasi personal, yang bisa memicu pencurian identitas. Jenis penipuan online antara lain, phising, scam, penipuan layanan kencan, dan pecurian uang.
Adiksi internet adalah penggunaan internet yang bersifat patologis, yang ditandai dengan ketidak mampuan individu untuk menggunakan waktu dalam menggunakan internet, dan merasa dunia maya lebih menarik daripada kehidupan dalam dunia nyata. Jenis adiksi internet antara lain, cybersex, online gaming, dan cyber relationship, menurut Tiarma Intan Marpaung, S.Pd., M.Pd sebagai Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas HKBP Nommensen Medan. Elza Leyli Lisnora Saragih, SS., M.Hum sebagai Dosen Kopertis Wilayah I Sumut Nad memaparkan, etika internet adalah seperangkat prinsip moral yang mengatur individu atau kelompok tentang perilaku apa yang dapat diterima saat menggunakan Internet dan media sosial. Key Opinion Leader oleh Azmy Zen sebagai Presenter menuturkan, literasi digital dalam meningkatkan wawasan kebangsan, Indonesia dan identitas keIndonesiaan kita dirajut dan dibingkai dalam keberagaman. Keberagaman adalah kekayaan dan kekuatan bukannya alasan untuk perpecahan.

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang