Soal Projek Lapen Di Sreseh Dapat Sorotan Pahit Dari Warga

BintangEmpat.com, Jawa timur – Projek Jalan berupa lapisan penetrasi (Lapen) yang terletak di Dusun panaro’an, Desa noreh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang Madura. diduga kuwalitasnya jelek juga dapat sorotan pahit dari warga setempat.

Bagaimana tidak, jalan lapen yang baru selesai dalam hitungan jari itu diduga tidak sesuai juklat dan juknis banyak di jumpai sepanjang jalan kelihatan kurangnya aspal. sebagaimana disampaikan oleh salah satu warga yg namanya enggan dipublikasikan, dia mengatakan, jalan baru dibangun dan kualitasnya sangat jelek. menurutnya, pengerjaannya hanya ditata batunya dan di wales, kemudian di taburi aspal juga tidak merata.

Tanpa ijin KLHK Tambang Pasir Pasrujambe Terancam Bubar

“kualitasnya sangat jelek mas, dan pengerjaan nya itu kurang memuaskan hanya nunggu waktu untuk hancur,” katanya. kamis, (18/11/21).

Masih berlanjut, dia menyampaikan keluhannya dengan sebuah kata sindiran sangat pahit sehingga perlu pihak – pihak terkait mendengar keluhannya untuk di tindak lanjuti.

“Jangankan di cakar manusia, dicakar hewan sejenis kucing saja pasti rusak pak.” sindirnya menunjukkan begitu jeleknya kualitas lapen itu.

Masih berlanjut, dirinya berharap dengan adanya projek yang masuk ke Desa nya, apalagi kebetulan dibangun tepat di Dusunnya. Dia meminta agar pelaku projek tidak mementingkan keuntungan semata. Serta menjaga kualitas sehingga jalan yang dibangun tidak cepat rusak dan menguntungkan masyarakat.

Soal Gedung Baru SMPN 3 Sampang

“Saya harap para pelaku projek tidak memikirkan keuntungan semata, jaga kualitasnya biar lapen itu awet di pakek” pungkasnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Juli panggilannya saat dikonfirmasi, mengatakan, projek lapen bukan merupan pekerjaannya. Dirinya hanya sebagai pencari tempat titik lokasi. Sementara projeknya punya H. Tohir. Kata dia.

Jum’at, tepatnya jam 19:00 awak media konfirmasi ke yang bersangkutan (H. Tohir), ia menjelaskan, tidak dapat memberikan keterangan.

Perlu diketahui projek yang dikerjakan diduga hanya dijadikan ladang korupsi oleh oknum. Jadi perlu pihak pihak yang berkopeten untuk mengecek lokasi projek lapen tersebut untuk mengaudit serta mencegah adanya tindak pidana korupsi.

 

*Eds

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang