Kasus Pupuk Bersubsidi Polres Sampang Menjadi Sorotan

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Masih menjadi trending kasus penangkapan pupuk bersubsidi diwilayah hukum polres Sampang.

Dengan sumringah Kapolres Sampang, AKBP Arman saat Pers Release pada hari Rabu tanggal 13 April 2022 menjelaskan tentang kronologis penangkapan dua truk pengangkut pupuk bersubsidi yang rencananya akan dijual ke luar Madura.

Lihat YouTube Kami

 

Kapolres juga dengan tegas mengatakan sudah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus tersebut yakni dua sopir dan satu kernet.

“Ketiganya masing – masing inisial (MS) dan (MP) sebagai sopir truk, dan inisial (H) sebagai kernet,” kata Kapolres Sampang AKBP Arman, saat Pers Release (13/4/2022).

Gubernur Khofifah Tetapkan Cuti Bersama untuk Lebaran Tahun 2022

 

Namun apa yang disampaikan Kapolres Sampang pada saat Pers Release tersebut sudah berubah 180 derajat. pasalnya, Tiga tersangka sudah berubah statusnya menjadi Saksi. Bahkan ketiganya hanya wajib lapor dan tidak ditahan.

Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Irwan Nugraha saat dihubungi Wartawan MaduraPost, Ahad (17/04/2022).

“Statusnya masih saksi mas,” Kata Irwan.

Ketika ditanya terkait status tersangka kepada tiga orang seperti yang disampaikan Kapolres saat Konferensi Pers, AKP Irwan menjawab. “Iya mas tsk, maksudku masih banyak status saksi yang belum diperiksa,” jawab AKP Irwan melalui pesan WhatsApp.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa (12/04/2022) pukul 20.30 WIB, Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Sampang menggagalkan penyelundupan 17 ton pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian yang akan dibawa keluar dari Pulau Madura. Rincian 180 karung pupuk jenis ZA, dan 160 karung pupuk jenis NPK Phonska.

17 Ton pupuk bersubsidi tersebut diangkut dengan menggunakan dua truk yang berbeda dan ditangkap dilokasi yang berbeda pula.

Kasus tersebut kini menjadi sorotan publik, Karena diduga Polres Sampang masuk angin dalam penanganan kasus pupuk bersubsidi tersebut.

Hal itu disampaikan Khairul Kalam aktivis anti korupsi Jawa Timur, beralihnya status Hukum dua sopir dan satu kernet dari tersangka menjadi saksi menimbulkan negatif bagi masyarakat.

“Jangan salahkan masyarakat jika menganggap Kapolres Masuk angin, Karena tidak mungkin orang yang statusnya tersangka berubah jadi saksi tanpa ada sesuatu, Apalagi dalam kasus tersebut Kapolres tidak menetapkan tersangka lain,” Pungkasnya.

*TIM

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang