Diduga Rehab Stadion Semeru Dijadikan Objek ‘Pemborosan’ Uang Negara

Ket. Foto : Stadion semeru lumajang

BintangEmpat.Com,Lumajang – Meski melalui tender Proyek pembangunan Rehabilitasi Stadion Semeru Kabupaten Lumajang pada tahun 2021 lalu sudah dianggarkan melalui APBD, sekitar hampir Rp 7 Milyar, namun diawal tahun 2022 ini juga dianggarkan ratusan juta rupiah melalui penunjukan langsung (Non Tender) Rehab Stadion Semeru senilai Rp 195. 019. 406. (Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Sembilan belas ribu empat ratusan rupiah) dan pengecatan Stadion Semeru Lumajang senilai Rp 101. 985. 061 (Seratus Satu Juta Sembilan Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah).

Pemenang tender dalam proyek rehab stadion Semeru ditahun 2021 lalu dimenangkan oleh CV Tirta Utama dari kabupaten Nganjung, Jatim, dari nilai pagu yang ditawarkan Rp 7 Milyard, rekanan konstruksi tersebut melakukan penawaran sekitar 6,2 Milyard dan memenangkan lelang tersebut, serta memulai pekerjaannya tanggal 5 Agustus 2021 dan ditargetkan selesai tanggal 13 Desember 2021. Namun sepertinya dari tanggal penyelesaian tersebut, proyek rehab Stadion Lumajang waktu itu belum bisa terselesaikan, sehingga harus dilakukan addendum, dan sekitar bulan Januari 2022 lalu proyek Rehab Stadion semeru tersebut katanya sudah selesai.

Polres Sampang Digeruduk Soal Mafia Pupuk

Namun menjadi terlihat aneh, setelah dua bulan kemudian ada lagi proyek penunjukan langsung (PL) rehab stadion Semeru, yang penandatanganan kontrak kerjanya dilakukan oleh CV Putra Tri Jaya pada 28 Maret 2022 lalu, dengan nilai proyek Rp 200 jutaan dan pada tanggal 31 Maret 2022 juga ada kontrak kerja pengecatan stadion Semeru, yang dimenangkan oleh CV Saki Dakara dengan nilai proyek Rp 101 juta.

Tentu saja hal itu menjadi sorotan tajam sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Lumajang, salah satunya LSM Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (Ampel) Kabupaten Lumajang. Arsyad Subekti Ketua LSM Ampel menegaskan bahwa Stadion Semeru Lumajang seakan di jadikan objek untuk pemborosan APBD.

Cemburu Buta Pria Di Sampang Tewas Dibacok Sang Mantan

“Awal tahun 2022 proyek rehab Stadion Semeru dengan anggaran senilai hampir Rp 7 Milyar dari APBD tahun 2021 katanya sudah diselesaikan, tapi kenapa di APBD 2022 juga masih dianggarkan kembali melalui PL Rehab Stadion Semeru dan Pengecatan Stadion Semeru”,Kritik Arsyad Subekhi, Rabu (18/5/2022).

Meski nilai anggaran Proyek PL Rehab Stadion Semeru dan Pengecatan Stadion Semeru tidak mencapai Milyaran seperti Rehab sebelumnya, namun menurut Arsyad Subekti, pemerintah harus bisa meminimalisir anggaran belanja daerah.

“Di proyek rehab stadion Semeru sebelumnya dengan anggaran hampir Rp 7 Milyard, apa tidak cukup mengcover pengecatan dan lainnya, wajar dong jika kami curiga, karena menurut analisa kami, proyek rehab stadion semeru yang dikerjakan oleh CV Tirta Utama masih dalam tahap pemeliharaan”, Tandasnya

Lahan Parkir Wisata Alam Selokambang “Tergadaikan”

Lanjutnya, Arsad Subekti, bersama tim berjanji bakal melakukan kajian hukum lebih mendalam, terutama dalam penggunaan anggaran pemerintah daerah, jika nanti dalam kajiannya menemukan pelanggaran secara hukum, ia melalui lembaganya bakal melakukan pelaporan kepada KPK dan Presiden RI.

“Kita masih melakukan kajian hukum, jika nanti ada temuan pelanggaran, maka kami tidak segan bakal melakukan pelaporan secara hukum”,Ancamnya.

Smentara menurut Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Lumajang, Nurman Riyadi, S.Pi., saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa proyek tersebut sudah benar, pasalnya untuk proyek Rehab ataupun pengecatan Stadion Semeru yang melalui non tender dilakukan untuk pemasangan paving dan pengecatan tembok luar stadion Semeru.

“Itu sudah benar, untuk rehab tahun ini pemasangan paving, dan pengecatan ditembok luar Stadion”,Pungkasnya (*)

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang